Apa & Siapa

Presiden meminta agar agama dijadikan sebagai landasan moral dan etika

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  mengatakan , saat ini adalah momen dimana semua elemen harus bekerja sama dan berupaya demi kemajuan bangsa. Inilah saatnya untuk menyatukan segenap energi positif yang ada, dengan membangun kerukunan antarumat beragama dan memperkokoh toleransi, serta menumbuhkan budaya saling menghargai dan menghormati. Presiden meminta agar agama dijadikan sebagai landasan moral dan etika agar dapat menjadi bangsa yang lebih maju. "Mari kita tingkatkan kerja sama untuk berbuat lebih baik lagi. Dengan iman dan kasih, mari kita bangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan damai," ujar Presiden di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Ibn S

   

Menag: Cara Pandang Kerukunan Beragama Harus Jernih

Menteri Agama H. Suryadharma Ali mengatakan, peristiwa yang menodai kerukunan agama harus dipandang dengan sikap dewasa dan pikiran jernih. Bisa saja pencetus peristiwa tersebut dari kekerasan murni, kendala izin mendirikan bangunan (IMB) bagi rumah ibadah, maupun dipengaruhi faktor politik. "Cara pandang dalam menyikapi masalah kerukunan agama harus jernih dan dipilah penyebab hambatan itu," kata Suryadharma Ali saat menutup Rapat Koordinasi Antardaerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesia se-Jawa di Hotel Puri Khatulistiwa, Jumat (30/12).

   

Buya Hamka, Mendapat Anugerah Pahlawan Nasional

HAMKA sendiri merupakan singkatan dari nama beliau yakni Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Hamka adalah putra dari Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yg juga merupakan ulama di tanah Minang. Diawali bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958.

   

Keteguhan Ramlah binti Abu Sufyan Dalam Memeluk Islam

Dikisahkan bahwa setelah Ramlah binti Abu Sufyan mendengar tentang Islam, dia langsung menyatakan diri memeluk Islam, terutama setelah mengetahui bahwa agama baru itu menyuruh manusia untuk menyembah Allah semata, meninggalkan peribadatan berhala, menganjurkan untuk berakhlak baik dan terpuji, serta menjauhi berbagai bentuk kemungkaran. Ramlah meyakini bahwa hanya Islamlah agama yang baik. Karena itu, dia bergegas masuk Islam, dan tidak takut kepada ayahnya, Abu Sufyan, yang pada saat itu menjadi pemimpin Makkah dan juga pemimpin Bani Umayyah. Terbukti, setelah berita masuk Islamnya sampai kepada sang ayah yang merupakan pemimpin kaum musyrik, dia tetap tegar dan kokoh pada pendiriannya.

   

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Apa dan Siapa