Arrial Dwi Sentosa, Bocah 12 Tahun Bisa Buat Antivirus
Seorang bocah berusia 12 tahun, Arrival Dwi Sentosa --yang masih duduk di bangku SMP kelas dua-- berhasil membuat sebuah antivirus komputer. Berkat prestasi itu, dia berhasil menyabet berbagai penghargaan dari berbagai pelombaan. Berawal dari hobinya bermain game di komputer sejak kecil, Arrival Dwi Sentosa atau yang akrab disapa Riva berhasil membuat sebuah antivirus komputer. ”Keberhasilan tersebut diraih Riva dengan susah payah. Hampir satu tahun Riva membuat dan menyempurnakan antivirus tersebut dengan dibantu oleh kakaknya,” ujar orang tua Riva, Herman Suherman. Dari hasil penemuannya itu, lanjut dia, anti virus tersebut diberi nama ARTAV yang diambil dari nama Arrival dan kakaknya Tauvik.
”Berbagai penghargaan pun berhasil disabetnya, seperti juara 1 lomba pembuatan antivirus lokal se-Indonesia dan juara tiga antivirus se-Indonesia,” ungkap Herman. Tidak hanya itu, menurutnya, di sekolahnya pun Riva cukup berprestasi dan selalu masuk ranking sepuluh besar.
Sementara, Riva mengaku, dirinya bisa membuat antivirus tersebut berawal dari hobinya bermain game. ”Awalnya, komputer untuk bermain game sering terkena virus. Saya mencoba untuk mencari penangkalnya dengan membuat antivirus sendiri,” jelasnya.
Pakar IT Institut Teknologi Bandung (ITB), Ono Surono, mengaku bangga atas prestasi Riva. ”Seorang bocah berusia dua belas tahun sudah bisa membuat antivirus sendiri. Bahkan sudah mendapatkan dua penghargaan. Ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa yang bodoh,” tandasnya.
Namun, saat ini antivirus ARTAV belum mempunyai lisensi. ”Ke depan kedua orang tuanya bisa melisensikan antivirus hasil anaknya tersebut,” jelasnya. Dia berharap, perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengapresiasi karya Riva ini. ”Sebab selama ini belum ada sedikit pun perhatian dari pemerintah kepada Riva,” keluh Ono. Sumber:jpnn
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Apa dan Siapa
- Presiden meminta agar agama dijadikan sebagai landasan moral dan etika
- Menag: Cara Pandang Kerukunan Beragama Harus Jernih
- Buya Hamka, Mendapat Anugerah Pahlawan Nasional
- Keteguhan Ramlah binti Abu Sufyan Dalam Memeluk Islam
- "RADEN AJENG KARTINI" Pahlawan Pejuang Wanita
- Membangun Karakter Bangsa dengan Mental yang Sehat oleh Free Hearty*)
- Membangun Mental dan Karakter Bangsa oleh Ibnu Syirin SS
- Arrial Dwi Sentosa, Bocah 12 Tahun Bisa Buat Antivirus
- Suryadharma Ali Stop Diperbudak Rokok
- Kunjungan Obama ke Indonesia Lebih "Welcome"
- Infotaimen Berbau Klenik dan Mistik dan Ahli Kebathinan yang Menyesatkan Masyarakat
- Ilmuwan Mesir Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar : Kemajuan Iptek Ungkap Keajaiban Al Quran
- Penggagas Hari Membakar Alquran Dibayangi Kebangkrutan
- Perempuan Tua Wasiatkan Seikat Sapu Lidi
- MUI: Dua Vaksin Manengitis Menveo Meningococcal, dan Mevac ACWY 135 Halal Untuk Jamaah Haji
- Kak Seto Mulyadi: Empati Terhadap Anak-anak Saat Ini Kurang
- Dr. K.H. Idham Kholid: Semasa Hidupnya Menerima Amanah Berbagai Posisi Penting
- Presiden SBY: Idham Chalid Seorang Tokoh Besar, Dengan Pemikiran Besar dan Jasa Sangat Besar
- Keluarga Besar BJ Habibie Berterima Kasih Kepada Pemerintah RI
- Riwayat Hidup Ainun Habibie
- Pemerintah Kota Surakarta, Gesang Akan Dijadikan Nama Jalan
- Paus: Gereja Harus Bertobat, Karena Menjadi Sarang Dosa!
- Sahal Mahfudh, Kemajemukan Umat Islam Indonesia Perlu Sinergi Antar Komponen Umat Islam
- Suryadharma Ali: Al Quran Sebagai Inspirator Kemajuan Untuk Menggapai Kehidupan Lebih Baik
- Ponpes Karya Nyata Caringin Bogor Telah Melatih 47.500 Peserta Agribisnis Terpadu
- MK, Akan Memutus Perkara Uji Materiil Undang-Undang Pencegahan Penodaan Agama
- KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH. Hasyim Muzadi Ditetapkan Sebagai Wakil Rais PBNU
- Din Syamsuddin: Prinsip Muhammadiyah Banyak Disalahpahami
- Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Buramnya Pendidikan Agama, Benarkah?
- Amien Rais, Century Dan Kisah Nabi Isa












