Din Syamsuddin: Prinsip Muhammadiyah Banyak Disalahpahami
Cilacap-Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengatakan, prinsip organisasi massa Islam ini banyak disalahpahami oleh masyarakat. "Saya perlu menegaskan prinsip itu karena akhir-akhir ini banyak disalahpahami tidak hanya oleh orang luar Muhammadiyah, tetapi juga oleh warga Muhammadiyah sendiri," katanya kepada wartawan di Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu.
Bahkan akhir-akhir ini, kata dia, kesalahpahaman terhadap prinsip tersebut juga dijadikan isu muktamar terutama mengenai hubungan Muhammdiyah dengan pemerintah.
Ia mengatakan, prinsip atau watak sejati Muhammadiyah, yakni sebagai gerakan "amar ma`ruf" (menyerukan kebaikan, red.) dan "nahi munkar" (mencegah kemungkaran, red.).
Menurut dia, hal itu berarti Muhammadiyah dalam melakoni aktivitas politik berdasarkan khitah, bukan kepartaian karena Muhammadiyah tidak memiliki hubungan dengan partai politik manapun. Akan tetapi, kata dia, Muhammadiyah tak mungkin tidak berpolitik karena politik merupakan bagian dari ajaran Islam dan tidak ada pemisahan antara politik dengan agama dalam pandangan Islam.
"Secara historis sejak kelahirannya, Muhammadiyah terlibat dalam aktivitas politik. Selain itu sesuai khitah, Muhamammdiyah tidak memiliki hubungan dengan partai politik manapun tetapi tetap aktif dalam politik kebangsaan dan kenegaraan," katanya.
Dengan demikian, kata dia, Muhammadiyah selama ini menjalankan politik kebangsaan dan kenegaraan sebagai manivestasi dari dakwah "amar ma`ruf" dan "nahi munkar" sehingga dalam hubungannya dengan pemerintah tetap proporsional.
"Kalau pemerintah baik dan benar, kita dukung dan Muhammadiyah berada di barisan terdepan. Namun kalau pemerintah menyimpang dari konstitusi dan nilai-nilai agama, Muhammadiyah tidak segan-segan menjadi kekuatan pengoreksi," tegasnya.
Ia mengatakan, selama ini hubungan Muhammadiyah dan pemerintah berjalan dengan baik karena organisasi ini banyak membantu pemerintah, salah satunya dalam bidang pendidikan. Kendati demikian, kata dia, Muhammadiyah tetap mengkritisi pemerintah, salah satunya terkait kasus Bank Century.
"Kami diyakinkan oleh fakta-fakta, sebagian telah terungkap di panitia khusus (pansus), sebagian belum terungkap. Kami yakin itu sebuah kemungkaran yang serius, yakni kejahatan kepada masyarakat dan negara," katanya. Oleh sebab itu, kata dia, dari awal Muhammadiyah selalu meminta kasus tersebut diusut secara hukum. Sumber: Ant
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Apa dan Siapa
- Presiden meminta agar agama dijadikan sebagai landasan moral dan etika
- Menag: Cara Pandang Kerukunan Beragama Harus Jernih
- Buya Hamka, Mendapat Anugerah Pahlawan Nasional
- Keteguhan Ramlah binti Abu Sufyan Dalam Memeluk Islam
- "RADEN AJENG KARTINI" Pahlawan Pejuang Wanita
- Membangun Karakter Bangsa dengan Mental yang Sehat oleh Free Hearty*)
- Membangun Mental dan Karakter Bangsa oleh Ibnu Syirin SS
- Arrial Dwi Sentosa, Bocah 12 Tahun Bisa Buat Antivirus
- Suryadharma Ali Stop Diperbudak Rokok
- Kunjungan Obama ke Indonesia Lebih "Welcome"
- Infotaimen Berbau Klenik dan Mistik dan Ahli Kebathinan yang Menyesatkan Masyarakat
- Ilmuwan Mesir Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar : Kemajuan Iptek Ungkap Keajaiban Al Quran
- Penggagas Hari Membakar Alquran Dibayangi Kebangkrutan
- Perempuan Tua Wasiatkan Seikat Sapu Lidi
- MUI: Dua Vaksin Manengitis Menveo Meningococcal, dan Mevac ACWY 135 Halal Untuk Jamaah Haji
- Kak Seto Mulyadi: Empati Terhadap Anak-anak Saat Ini Kurang
- Dr. K.H. Idham Kholid: Semasa Hidupnya Menerima Amanah Berbagai Posisi Penting
- Presiden SBY: Idham Chalid Seorang Tokoh Besar, Dengan Pemikiran Besar dan Jasa Sangat Besar
- Keluarga Besar BJ Habibie Berterima Kasih Kepada Pemerintah RI
- Riwayat Hidup Ainun Habibie
- Pemerintah Kota Surakarta, Gesang Akan Dijadikan Nama Jalan
- Paus: Gereja Harus Bertobat, Karena Menjadi Sarang Dosa!
- Sahal Mahfudh, Kemajemukan Umat Islam Indonesia Perlu Sinergi Antar Komponen Umat Islam
- Suryadharma Ali: Al Quran Sebagai Inspirator Kemajuan Untuk Menggapai Kehidupan Lebih Baik
- Ponpes Karya Nyata Caringin Bogor Telah Melatih 47.500 Peserta Agribisnis Terpadu
- MK, Akan Memutus Perkara Uji Materiil Undang-Undang Pencegahan Penodaan Agama
- KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH. Hasyim Muzadi Ditetapkan Sebagai Wakil Rais PBNU
- Din Syamsuddin: Prinsip Muhammadiyah Banyak Disalahpahami
- Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Buramnya Pendidikan Agama, Benarkah?
- Amien Rais, Century Dan Kisah Nabi Isa












