Kak Seto Mulyadi: Empati Terhadap Anak-anak Saat Ini Kurang
Jakarta--Ketua Dewan Pembina/Konsultatif Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi menyayangkan empati terhadap anak-anak saat ini masih terasa kurang. “Apakah itu di rumah, di sekolah, di masyarakat, bahkan mungkin di negara, karena kita hanya melihat dari penalaran pada rasio. Kurang pada perasaan,” kata Seto pada jumpa pers One Day For Children untuk anak Indonesia yang digelar di Halaman Kemsos, Jakarta, Kamis (22/7). Ia mengatakan, kalau menertibkan anak jalanan misalnya, menggunakan kekerasan, seolah-olah anak-anak tersebut bandel atau bermasalah. Padahal, anak-anak tersebut adalah korban ketidakadilan yang kemudian terperosok menjadi anak jalanan.
Selain itu, anak-anak yang di rumah dikatakan nakal, kemudian di sekolah kurikulum pelajaran boleh dikatakan sangat padat. Hal itu semua adalah tindakan kekerasan terhadap anak yang tanpa disadari, karena kurang empati terhadap mereka.
Komnas PA sudah menyampaikan kepada Presiden untuk segera mencanangkan gerakan nasional stop kekerasan terhadap anak. “Mudah-mudahan tahun ini hal tersebut dapat terealisasi dengan nama Gerakan Nasional Indonesia Sayang Anak,” paparnya. Admin
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Apa dan Siapa
- Presiden meminta agar agama dijadikan sebagai landasan moral dan etika
- Menag: Cara Pandang Kerukunan Beragama Harus Jernih
- Buya Hamka, Mendapat Anugerah Pahlawan Nasional
- Keteguhan Ramlah binti Abu Sufyan Dalam Memeluk Islam
- "RADEN AJENG KARTINI" Pahlawan Pejuang Wanita
- Membangun Karakter Bangsa dengan Mental yang Sehat oleh Free Hearty*)
- Membangun Mental dan Karakter Bangsa oleh Ibnu Syirin SS
- Arrial Dwi Sentosa, Bocah 12 Tahun Bisa Buat Antivirus
- Suryadharma Ali Stop Diperbudak Rokok
- Kunjungan Obama ke Indonesia Lebih "Welcome"
- Infotaimen Berbau Klenik dan Mistik dan Ahli Kebathinan yang Menyesatkan Masyarakat
- Ilmuwan Mesir Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar : Kemajuan Iptek Ungkap Keajaiban Al Quran
- Penggagas Hari Membakar Alquran Dibayangi Kebangkrutan
- Perempuan Tua Wasiatkan Seikat Sapu Lidi
- MUI: Dua Vaksin Manengitis Menveo Meningococcal, dan Mevac ACWY 135 Halal Untuk Jamaah Haji
- Kak Seto Mulyadi: Empati Terhadap Anak-anak Saat Ini Kurang
- Dr. K.H. Idham Kholid: Semasa Hidupnya Menerima Amanah Berbagai Posisi Penting
- Presiden SBY: Idham Chalid Seorang Tokoh Besar, Dengan Pemikiran Besar dan Jasa Sangat Besar
- Keluarga Besar BJ Habibie Berterima Kasih Kepada Pemerintah RI
- Riwayat Hidup Ainun Habibie
- Pemerintah Kota Surakarta, Gesang Akan Dijadikan Nama Jalan
- Paus: Gereja Harus Bertobat, Karena Menjadi Sarang Dosa!
- Sahal Mahfudh, Kemajemukan Umat Islam Indonesia Perlu Sinergi Antar Komponen Umat Islam
- Suryadharma Ali: Al Quran Sebagai Inspirator Kemajuan Untuk Menggapai Kehidupan Lebih Baik
- Ponpes Karya Nyata Caringin Bogor Telah Melatih 47.500 Peserta Agribisnis Terpadu
- MK, Akan Memutus Perkara Uji Materiil Undang-Undang Pencegahan Penodaan Agama
- KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH. Hasyim Muzadi Ditetapkan Sebagai Wakil Rais PBNU
- Din Syamsuddin: Prinsip Muhammadiyah Banyak Disalahpahami
- Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Buramnya Pendidikan Agama, Benarkah?
- Amien Rais, Century Dan Kisah Nabi Isa













