KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH. Hasyim Muzadi Ditetapkan Sebagai Wakil Rais PBNU
Jakarta-KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH Hasyim Muzadi ditetapkan sebagai wakil rais aam mendampingi KH MA Sahal Mahfudz yang terpilih sebagai rais aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam muktamar NU di Makassar lalu. Demikian hasil rapat tim formatur penyusunan kepengurusan PBNU periode 2010-2015 di kediaman Sahal Mahfudz di Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen Pati, Jawa Tengah, Senin.
"Wakil rais aam ada dua, Gus Mus dan Kiai Hasyim Muzadi ," kata Iqbal Sulam yang dipercaya sebagai sekretaris jenderal PBNU ketika dihubungi via telepon. Sementara itu di jajaran tanfidziyah, As`ad Said Ali dan Slamet Effendy Yusuf diangkat sebagai wakil ketua umum mendampingi KH Said Aqil Siroj yang terpilih sebagai ketua umum PBNU di muktamar.
Di jajaran syuriah, KH Sanusi Baco, KH Ma`ruf Amin, KH Mas Subadar, dan KH Masdar Farid Mas`udi diangkat sebagai rais (ketua di jajaran syuriah). Sementara untuk katib aam atau sekretaris umum syuriyah PBNU pada periode ini dijabat KH Malik Madani didampingi para katib yakni Ichwan Syam, Musthofa Aqil, Kafabihi Mahrus Ali, Mujib Qolyubi, Yahya C Staquf, Solahuddin al-Ayyubi, dan Ishom Yuski.
Selain itu, jajaran ketua PBNU masing-masing diduduki Abbas Mu`in, Hasyim Wahid (Gus Im), Maidir Harun, Prof Maksum Mahfud, Hanif Saha Ghofur, Imam Azis, Hilmi Muhammadiyah, Arvin Hakim, Marsudi Syuhud, dan Kacung Marijan.
Di jajaran sekretariat jenderal, Iqbal selaku sekjen didampingi sejumlah wakil sekjen yaitu Enceng Shobirin, Hilmy Ali Yafie, Abdul Mun`im DZ, Aji Hermawan, Affandi Muchtar, Syahrizal Syarif, dan Hamid Bula.
Di jajaran bendahara, Bina Suhendra sebagai bendahara umum didampingi beberapa bendahara lainnya Zainal Abidin, Mustolihin Majid, Raja Sapta Ervian, dan Hamid Wahid Zaini. Sementara dua calon ketua umum PBNU dalam muktamar di Makassar lalu KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dan Ahmad Bagja berada di jajaran a`wan PBNU. Sumber ant
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Apa dan Siapa
- Presiden meminta agar agama dijadikan sebagai landasan moral dan etika
- Menag: Cara Pandang Kerukunan Beragama Harus Jernih
- Buya Hamka, Mendapat Anugerah Pahlawan Nasional
- Keteguhan Ramlah binti Abu Sufyan Dalam Memeluk Islam
- "RADEN AJENG KARTINI" Pahlawan Pejuang Wanita
- Membangun Karakter Bangsa dengan Mental yang Sehat oleh Free Hearty*)
- Membangun Mental dan Karakter Bangsa oleh Ibnu Syirin SS
- Arrial Dwi Sentosa, Bocah 12 Tahun Bisa Buat Antivirus
- Suryadharma Ali Stop Diperbudak Rokok
- Kunjungan Obama ke Indonesia Lebih "Welcome"
- Infotaimen Berbau Klenik dan Mistik dan Ahli Kebathinan yang Menyesatkan Masyarakat
- Ilmuwan Mesir Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar : Kemajuan Iptek Ungkap Keajaiban Al Quran
- Penggagas Hari Membakar Alquran Dibayangi Kebangkrutan
- Perempuan Tua Wasiatkan Seikat Sapu Lidi
- MUI: Dua Vaksin Manengitis Menveo Meningococcal, dan Mevac ACWY 135 Halal Untuk Jamaah Haji
- Kak Seto Mulyadi: Empati Terhadap Anak-anak Saat Ini Kurang
- Dr. K.H. Idham Kholid: Semasa Hidupnya Menerima Amanah Berbagai Posisi Penting
- Presiden SBY: Idham Chalid Seorang Tokoh Besar, Dengan Pemikiran Besar dan Jasa Sangat Besar
- Keluarga Besar BJ Habibie Berterima Kasih Kepada Pemerintah RI
- Riwayat Hidup Ainun Habibie
- Pemerintah Kota Surakarta, Gesang Akan Dijadikan Nama Jalan
- Paus: Gereja Harus Bertobat, Karena Menjadi Sarang Dosa!
- Sahal Mahfudh, Kemajemukan Umat Islam Indonesia Perlu Sinergi Antar Komponen Umat Islam
- Suryadharma Ali: Al Quran Sebagai Inspirator Kemajuan Untuk Menggapai Kehidupan Lebih Baik
- Ponpes Karya Nyata Caringin Bogor Telah Melatih 47.500 Peserta Agribisnis Terpadu
- MK, Akan Memutus Perkara Uji Materiil Undang-Undang Pencegahan Penodaan Agama
- KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH. Hasyim Muzadi Ditetapkan Sebagai Wakil Rais PBNU
- Din Syamsuddin: Prinsip Muhammadiyah Banyak Disalahpahami
- Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Buramnya Pendidikan Agama, Benarkah?
- Amien Rais, Century Dan Kisah Nabi Isa












