Pemerintah Kota Surakarta, Gesang Akan Dijadikan Nama Jalan
Pemerintah Kota Surakarta berencana mengabadikan nama Gesang Martohartono menjadi nama jalan. Hal itu sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa seniman keroncong tersebut. "Rencananya jalan di timur Museum Radya Pustaka di kawasan Sriwedari akan diganti jadi Jalan Gesang," jelas Wakil Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo kepada wartawan, Jumat (21/5). Saat ini jalan yang dimaksud Hadi bernama Jalan Museum. Selain penggantian nama jalan, di sepanjang jalan tersebut akan ditata seperti kawasan Ngarsopuro, yaitu dijadikan ruang publik. Setelah ditata, kemudian dipergunakan untuk aktivitas keroncong.
"Dulu di kawasan itu banyak seniman keroncong yang beraktivitas, baik menyanyi atau yang lainnya," ujarnya. Upaya tersebut dikatakannya sebagai wujud nyata dalam mewujudkan cita-cita Gesang untuk kembali menghidupkan musik keroncong. Dia juga berencana menggairahkan kembali aktivitas di Sanggar Gesang yang terletak di kompleks Taman Satwa Taru Jurug. "Namun semua rencana tersebut tergantung persetujuan Dewan," tukasnya. Terkait Taman Gesang, dia mengatakan dalam peraturan daerah tentang pengelolaan Jurug yang sudah disahkan anggota Dewan, disebutkan bahwa grand desain pengelolaan jurug oleh investor atau pihak ketiga harus turut melestarikan apa yang sudah ada di dalamnya. "Termasuk Taman Gesang," ucapnya. Karenanya, dia optimistis Taman Gesang nantinya akan lebih terpelihara dan bermanfaat bagi masyarakat. Sumber: pp tmpointeraktif
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surakarta Supriyanto mengatakan mendukung rencana di atas. Menurutnya, sosok Gesang layak diabadikan jadi nama jalan karena jasanya sangat besar.
"Apa yang sudah dilakukan Gesang sangat membanggakan, tidak hanya bagi Surakarta, tapi untuk Indonesia," ucapnya. Dia meminta pemkot segera mengajukan usul resmi ke Dewan. Karena sudah ada persetujuan lisan, Supriyanto menjamin prosesnya tidak akan lama. "Proses administrasinya singkat."
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Apa dan Siapa
- Presiden meminta agar agama dijadikan sebagai landasan moral dan etika
- Menag: Cara Pandang Kerukunan Beragama Harus Jernih
- Buya Hamka, Mendapat Anugerah Pahlawan Nasional
- Keteguhan Ramlah binti Abu Sufyan Dalam Memeluk Islam
- "RADEN AJENG KARTINI" Pahlawan Pejuang Wanita
- Membangun Karakter Bangsa dengan Mental yang Sehat oleh Free Hearty*)
- Membangun Mental dan Karakter Bangsa oleh Ibnu Syirin SS
- Arrial Dwi Sentosa, Bocah 12 Tahun Bisa Buat Antivirus
- Suryadharma Ali Stop Diperbudak Rokok
- Kunjungan Obama ke Indonesia Lebih "Welcome"
- Infotaimen Berbau Klenik dan Mistik dan Ahli Kebathinan yang Menyesatkan Masyarakat
- Ilmuwan Mesir Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar : Kemajuan Iptek Ungkap Keajaiban Al Quran
- Penggagas Hari Membakar Alquran Dibayangi Kebangkrutan
- Perempuan Tua Wasiatkan Seikat Sapu Lidi
- MUI: Dua Vaksin Manengitis Menveo Meningococcal, dan Mevac ACWY 135 Halal Untuk Jamaah Haji
- Kak Seto Mulyadi: Empati Terhadap Anak-anak Saat Ini Kurang
- Dr. K.H. Idham Kholid: Semasa Hidupnya Menerima Amanah Berbagai Posisi Penting
- Presiden SBY: Idham Chalid Seorang Tokoh Besar, Dengan Pemikiran Besar dan Jasa Sangat Besar
- Keluarga Besar BJ Habibie Berterima Kasih Kepada Pemerintah RI
- Riwayat Hidup Ainun Habibie
- Pemerintah Kota Surakarta, Gesang Akan Dijadikan Nama Jalan
- Paus: Gereja Harus Bertobat, Karena Menjadi Sarang Dosa!
- Sahal Mahfudh, Kemajemukan Umat Islam Indonesia Perlu Sinergi Antar Komponen Umat Islam
- Suryadharma Ali: Al Quran Sebagai Inspirator Kemajuan Untuk Menggapai Kehidupan Lebih Baik
- Ponpes Karya Nyata Caringin Bogor Telah Melatih 47.500 Peserta Agribisnis Terpadu
- MK, Akan Memutus Perkara Uji Materiil Undang-Undang Pencegahan Penodaan Agama
- KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH. Hasyim Muzadi Ditetapkan Sebagai Wakil Rais PBNU
- Din Syamsuddin: Prinsip Muhammadiyah Banyak Disalahpahami
- Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Buramnya Pendidikan Agama, Benarkah?
- Amien Rais, Century Dan Kisah Nabi Isa












