Ponpes Karya Nyata Caringin Bogor Telah Melatih 47.500 Peserta Agribisnis Terpadu
Bogor--Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pondok Pesantren Karya Nyata telah melakukan pembinaan dan pelatihan bidang usaha agribisnis pertanian terpadu terhadap para petani, pemuda tani, karang anggota taruna, sarjana penggerak pembangunan pedesaan (SP-3) dan kalangan pribadi. Menurut pimpinan Pondok Pesantren Karya Nyata, H. Bachrum Achmad Baeshowi di Cinagara, Caringin Bogor, Jawa Barat, Senin, (26/4), hingga saat ini ponpesnya sudah melatih lebih dari 47.500 peserta dari berbagai lapisan masyarakat dari seluruh Indonesia.
“Kami juga membina dan melatih pegawai dari berbagai instansi pemerintah, misalnya dari kementerian pertanian, Kemenakertrans, Kemenhan, Mabes TNI, Kemensos, Kemenkominfo, Kemenpora, Kemendiknas, Kemenhut, dan Kemenperindag,” katanya. Selain itu, Pusdiklat Ponpes Pertanian Terpadu Karya Nyata juga melatih peserta dari luar negeri, terutama dari negara-negara berkembang di Asia dan Afrika, yang hingga saat ini jumlahnya mencapai 525 orang. Menurut H. Bachrum, Pusdiklat Karya Nyata juga bekerja sama berbagai perusahaan dalam melatih dan membina para pegawainya untuk mempelajari bidang usaha agribisnis pertanian terpadu, di antaranya perusahaan Pertaminan, Arco, Total, Caltex, Lasmo Kondur, Stanvax, Gulf, Astra, Garuda, PLN, Perumnas, BRI, BNI 46, Bank Mandiri, Bapindo, Jamsostek, BTN dan pemerintah daerah. Dalam kiprahnya selama ini, katanya, Pusdiklat Pertanian Terpadu Karya Nyata, khusus melakukan pembinaan dan pelatihan mengenai kewirausahaan bidang agribisnis pertanian terpadu, terutama membina para sarjana penggerak pembangunan pedesaan, para pegawai yang akan pensiun, petani dari dalam dan luar negeri, dan kalangan yang berminat berwirausaha agribisnis. “Kami menitikberatkan pelatihan pada penguasaan ilmu praktis bidang kewirausahaan agribisnis terpadu,” katanya. Tugas dan kewajiban pusdiklat ponpesnya, katanya, adalah terutama mempersiapkan petani dan pemuda tani agar menjadi wirausaha tangguh sehingga mampu mengembangkan usaha taninya, menyejahterakan kaum petani, dan mampu menyerap tenaga kerja baru di lingkungannya. Selain itu, pihaknya juga melatih para pensiunan yang ingin mengembangkan diri menjadi pengusaha di bidang agribisnis, baik sebagai usaha pokok atau usaha sampingan. Apalagi, katanya, usaha agribisnis dinilai sebagai usaha yang relatif aman dan menguntungkan. Pusdiklat Ponpes Karya Nyata juga memberikan pendidikan untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, kewirausahaan dan kemandirian di kalangan para petani dan pemuda tani, termasuk menggali kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan para peserta, serta mengembangkannya. “Berbeda dengan pusdiklat lain, kami juga memberikan motivasi terhadap para peserta untuk mampu menjadi motivator bagi kelompok usaha di daerahnya, mendukung kepeloporan usaha tani, dan meningkatkan semangat dan etos kerja,” kata H. Bachrum. Menurut dia, materi pelatihan yang diberikan terhadap peserta lebih banyak praktik keilmuan, misalnya teknik penyuburan tanah, budidaya pertanian (cabe, pisang, jahe, kacang-kacangan, pepaya, padi jagung, dan tomat), kemudian budidaya perikanan air tawar (ikan mas, nila, gurame, atau lele). Kemudian budidaya ternak (kambing, domba, sapi, ayam buras dan ras dan wallet/sriti), budidaya tanaman perkebunan dan tanaman hias (mangga, salak, durian, rambutan, dan tanaman lain), termasuk mekanisasi pertanian, wawasan kewirausahaan. “Untuk mendukung itu, semua kami juga mendampingi peserta melakukan studi banding, dan memberikan materi penunjang dan pembinaan kedisiplinan semacam olah raga, baris berbaris dan tata upacara,” katanya. Dikemukakan, meskipun pihaknya memiliki kurikulum yang tetap, namun ponpes pusdiklatnya bisa menyesuaikan diri dengan materi atau kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan atau potensi daerah asal peserta. “Bobot kurikulum, 15 persen berupa pengetahuan teori dan 85 persen praktik di lapangan,” katanya. Fasilitas Pemondokan Ia menjelaskan bahwa di ponpes pusdiklat di Bogor, terdapat pemondokan yang dapat menampung peserta dengan kapasitas 50–75 orang (setiap kamar memiliki kamar mandi sendiri), kemudian mess dengan kapasitas 45–75 orang, ruang serba guna, aula atau ruang terbuka yang dapat dipergunakan untuk acara lesehan atau pertemuan serta diskusi. “Kami juga memiliki lahan untuk praktik pertanian, peternakan dan penelitian seluas 48 hektare, kemudian lima kolam air tenang, empat kolam pemijahan, 20 kolam air deras, hand tracktor serta berbagai sarana dan prasarana penunjang latihan lain,” katanya. Dikemukakan, setiap peserta pelatihan dapat memilih program yang sesuai, misalnya program regular/umum, yang diperuntukkan bagi pelatihan para pemuda, karang taruna, petani, taruna tani dan kalangan lain dengan lama pelatihan antara satu pecan hingga satu bulan, dengan jumlah peserta minimal 30 orang. Sedangkan program khusus adalah pelatihan untuk para pegawai, baik yang masih aktif maupun pensiunan, dan para petugas lapangan, dengan lama pelatihan antara satu hingga dua pekan. Pelatihan berlangsung sejak pukul 04.30 hingga 21.00 WIB. Pelatih dan instruktur di Pusdiklat Ponpes Pertanian Terpadu Karya Nyata terdiri atas 85 persen tokoh tani dari Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) yang berpengalaman, sedangkan 15 persennya dari instansi terkait, yaitu dari KTN Nasional, KTNA provinsi dan kabpupaten, para widyaiswara yang ahli di bidang agribisnis dan manajemen kewirausahaan bidang pertanian, termasuk dari dinas pertanian, perikanan, dan peternakan. Menurut H. Bachrum, dirinya selaku pimpinan Pusdiklat Ponpes Pertanian Terpadu Karya Nyata, atas kiprahnya selama ini telah mendapat penghargaan sebagai Taruna Tani Teladan Tingkat Nasional (1989), Pemuda Pelopor Tingkat Nasional (1990), dan Satyalencana Pembangunan (1995) dari Presiden RI, serta penghargaan dari Food Agriculture Organization (FAO) Tahun 1992/1993. Penghargaan lain adalah Palapa Karya Utama dari Presiden RI Tahun 1996, ASEAN Economic Award Tahun 2000, Bintang Jasa Pratama dari Presiden RI Tahun 2002.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












