Suryadharma Ali: Al Quran Sebagai Inspirator Kemajuan Untuk Menggapai Kehidupan Lebih Baik
Di dalam Kitab Suci Al Quran terkandung ilmu yang tak trhingga. Ilmu dan pengetahuan manusia demikian luas, namun tak lebih setetes air dibandingkan dengan ilmu Tuhan yang bagaikan samudra luas. Sudah lebih dari 15 abad silam, Al Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW kemudian didiseminasikan secara luas ke seluruh umat manusia, isinya penuh dengan nilai luhur ketuhanan, moralitas, etika, sejarah dan ilmu pengetahuan. Al Qurnan terbukti tak lekang oleh waktu dan tak aus oleh perubahan zaman, katanya. Dewasa ini, kata Suryadharma Ali, ia merasa prihatin seandainya pengajian Al Quran Al Quran yang dahulu syiar di musholla, surau dan masjid, kini menjadi surut. Ini disebabkan kehidupan yang semakin modern, acara tayangan televisi menjadi ancaman bagi generasi mendatang. Untuk mengatasi hal itu dari kehidupan, menurut Menag, diperlukan strategi pendidikan yang tepat sehingga Al Quran dapat dilestarikan. Sehingga, generasi mendatang gemar mempelajari dan mendalami isi kandungan Al Quran menjadi kebutuhan. Cara konvensional mungkin masih bermanfaat, tetapi bisa jadi efektivitasnya berkurang. Khususnya terkait dengan penghafal Al Quran, tantangan juga ada di sekitar dengan tersedianya Cakram Padat (CD) dan program aplikasi komputer bisa jadi dis-motivator, ia menjelaskan. Sebagian orang mungkin berfikir, untuk apa susah-susah menghafal Al Quran 30 juz yang butuh waktu 2 - 4 tahun, jika dengan putar CD atau klik saja di komputer, dengan mudah ditemukan ayat yang diperlukan. Sebetulnya kehadiran teknologi itu harus dijadikan sebagai sarana mempermudah menghafal Al Quran.
Hafal Al Quran merupakan nilai tambah yang luas biasa bagi umat Islam, terutama bagi penghafalnya, kata Suryadharma Ali pada sambutan pembukaan konferensi penghafal Al Quran se-Asia Fasifik di Masjid Istiqlal, Jakarta 7/5. Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan, di tengah kehidupan yang semakin modern, Al Quran memiliki fungsi penting sebagai solusi terhadap kompleksnya kehidupan dan inspirator untuk menggapai kehidupan lebih baik. Ia mengatakan, Nilai tambah hafal akan Al Quran semakin besar jika dilanjutkan dengan pemahaman, pendalaman dan penguasaan isi kandungan dan tafsir Al Quran. Sebab, kehidupan makin kompleks dan Al Quran punya fungsi penting sebagai solusi kompleksnya problem kehidupan.
Untuk itu Menag mengajak umat Islam, khususnya anak didik yang masih usia sekolah, untuk mencintai dan mempelajari dan mengamalkan Al Quran.
Untuk itu, ia minta agar santri atau peserta didik Al Quran tak boleh gagap tekonologi (computer illiterate). Untuk itu pula pihaknya kini mengembangkan program dan sarana teknologi informasi untuk mendukung pengembangan ilmu keislaman. "Kitab kuning tak lagi hanya disimpan dalam bentuk manuskrip di lemari kayu dalam perpustakaan pesantren, tapi juga telah di-store dalam file dan CD, bahkan disimpan dalam dunia maya," ia mengatakan. (Ibn S/8/5/2010) sumber: ant
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Apa dan Siapa
- Presiden meminta agar agama dijadikan sebagai landasan moral dan etika
- Menag: Cara Pandang Kerukunan Beragama Harus Jernih
- Buya Hamka, Mendapat Anugerah Pahlawan Nasional
- Keteguhan Ramlah binti Abu Sufyan Dalam Memeluk Islam
- "RADEN AJENG KARTINI" Pahlawan Pejuang Wanita
- Membangun Karakter Bangsa dengan Mental yang Sehat oleh Free Hearty*)
- Membangun Mental dan Karakter Bangsa oleh Ibnu Syirin SS
- Arrial Dwi Sentosa, Bocah 12 Tahun Bisa Buat Antivirus
- Suryadharma Ali Stop Diperbudak Rokok
- Kunjungan Obama ke Indonesia Lebih "Welcome"
- Infotaimen Berbau Klenik dan Mistik dan Ahli Kebathinan yang Menyesatkan Masyarakat
- Ilmuwan Mesir Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar : Kemajuan Iptek Ungkap Keajaiban Al Quran
- Penggagas Hari Membakar Alquran Dibayangi Kebangkrutan
- Perempuan Tua Wasiatkan Seikat Sapu Lidi
- MUI: Dua Vaksin Manengitis Menveo Meningococcal, dan Mevac ACWY 135 Halal Untuk Jamaah Haji
- Kak Seto Mulyadi: Empati Terhadap Anak-anak Saat Ini Kurang
- Dr. K.H. Idham Kholid: Semasa Hidupnya Menerima Amanah Berbagai Posisi Penting
- Presiden SBY: Idham Chalid Seorang Tokoh Besar, Dengan Pemikiran Besar dan Jasa Sangat Besar
- Keluarga Besar BJ Habibie Berterima Kasih Kepada Pemerintah RI
- Riwayat Hidup Ainun Habibie
- Pemerintah Kota Surakarta, Gesang Akan Dijadikan Nama Jalan
- Paus: Gereja Harus Bertobat, Karena Menjadi Sarang Dosa!
- Sahal Mahfudh, Kemajemukan Umat Islam Indonesia Perlu Sinergi Antar Komponen Umat Islam
- Suryadharma Ali: Al Quran Sebagai Inspirator Kemajuan Untuk Menggapai Kehidupan Lebih Baik
- Ponpes Karya Nyata Caringin Bogor Telah Melatih 47.500 Peserta Agribisnis Terpadu
- MK, Akan Memutus Perkara Uji Materiil Undang-Undang Pencegahan Penodaan Agama
- KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) dan KH. Hasyim Muzadi Ditetapkan Sebagai Wakil Rais PBNU
- Din Syamsuddin: Prinsip Muhammadiyah Banyak Disalahpahami
- Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Buramnya Pendidikan Agama, Benarkah?
- Amien Rais, Century Dan Kisah Nabi Isa











