Kalimat Tauhid Pembuka Pintu Hati

Addthis

 بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (١)

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢) ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (٣) مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤) إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ (٥) ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ (٦) صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ (٧)

PEMBUKAAN
(1) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 

(2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, (4) Yang menguasai hari pembalasan (5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (7) [yaitu] jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni‘mat kepada mereka; bukan [jalan] mereka yang dimurkai [orang-orang yang mengetahui kebenaran dan meninggalkannya], dan bukan [pula jalan] mereka yang sesat [orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena ketidaktahuan dan kejahilan].

Surat Al Fatihah tidak sekedar bermakna pembuka kitab tetapi lebih dari itu, ia adalah pembuka jendela hati/qolbu kita. Seseorang yang sedang membuka kitab suci Al-Qur’an dan membaca kalimat ini pada hakekatnya ia telah & sedang membuka pintu hatinya untuk menerima hidayah Allah SWT. Bila kita mulai membaca ayat demi ayat pada bab-bab berikutnya hakekatnya kita sedang dalam proses menerima tarbiyah langsung dari Rabb yang Maha Agung.  Maha Guru dari seluruh Guru Besar dari segala macam disiplin ilmu yang ada di muka bumi.

Oleh karena itu kering rasanya bila Surat Al Fatihah hanya kita maknai sekedar sebagai pembuka umul kitab saja, sementara hati kita tetap tertutup keras membatu. Betapa seringnya kita membaca kalimat pembuka ini dalam berbagai acara dan kesempatan, namun kita kering untuk memaknainya.  Masihkah kita mau menutup pintu/qolbu untuk menerima pengajaran langsung dari Rabb Ilahi? Ibnu Syirin SS

Add comment


Security code
Refresh