Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar Oleh : Dzikrul Hakim
Kata Kemuliaan berasal dari kata mulia. Kata mulia berarti ada yang dimuliakan dan ada yang memuliakan. Orang yang memuliakan pasti dia akan dimuliakan. Bagaimana agar kita menjadi mulia? Yaitu dengan cara memuliakan. Karena sesungguhnya manusia itu pada dasarnya telah diberikan kemuliaan oleh Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Isra ayat yang ke 70 Allah SWT berfirman:
Artinya: Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluq yang telah kami ciptakan. (QS. Al-Isra : 70).
Akan tetapi dengan kemuliaan itu manusia terkadang terlena sehingga terlewatkan dirinya yang sebetulnya telah diberi kemuliaan oleh Allah SWT, tapi malah dia terkadang menghinakan dirinya bahkan lebih hina dari pada binatang. Sebagimana dalam QS. All-A’raaf Allah SWT. berfirman :
Artinya: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)
Di dalam Al-Qur’an juga disebutkan kata kemuliaan yaitu dalam surat Al-Qadar (Kemuliaan). Sebagaimana dalam firman Allah SWT. dijelaskan :
Artinya : Tahukah kamu apakah malam kemulyaan itu ? (QS. Al-Qadar : 2)
Artinya : Malam kemulyaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. Al-Qaqar : 3)
Artinya : Pada malam itu malaikat-malaikat dan malaikat jibril turun dengan izin robbnya untuk mengatur segala urusan. (QS. Al-Qadar : 4)
Artinya : Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadar : 5)
Dari ayat-ayat ini ada poin-poin penting yang perlu diketahui sehingga dari poin-poin itu dapat mengambil hikmah yang ada di dalamnya yaitu menyemput malam kemuliaan agar kita mendapat kemuliaan tersebut.
- Disebut malam lailatul qodr karena malam itu lebih baik dari pada seribu bulan. Arinya siapa orang yang beribadah pada malam itu, khususnya 10 terakhir malam-malam yang ganjil di bulan Ramadhan, dengan memperbanyak ibadah seperti i’tikaf didalam masjid, membaca Al-Qur’an, berdzikir, qiyamul lail (sholat malam) dll. Maka ia mendapatkan kamuliaan dari Allah SWT sebagaimana telah menjalankan ibadah selama delapan puluh tiga tahun lebih.
- Disebut malam lailatul qadar karena di dalamnya Allah SWT menentukan segala macam urusan. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Ad-Dukhaan :
Artinya: Pada malam itu dijelaskan segala macam urusan yang diputuskan. (QS. Ad-Dukhaan : 4)
Maksudnya bahwa Allah SWT memperlihatkan semua itu kepada para malaikat dan memerintahkan mereka untuk mengerjakan apa saja yang menjadi tugas mereka. Yaitu Allah mencatat untuk para malaikat apa saja yang telah ditentukannya dalam tahun itu, dan memberitahukan kepada mereka tentang semua itu.
3. Karena malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.
Sebagaimana kata Nabi Musa dalam munajatnya : “ Ya Tuhanku, aku ingin dekat denganmu,”
Allah SWT berfirman : Dekat denganku hanya untuk orang yang bangun pada malam lailatul qadar.
Nabi Musa berkata : “ Ya Tuhanku, aku ingin mendapatkan rahmatmu,”
Allah SWT berfirman : Rahmatku adalah untuk orang-orang yang menyayangi orang miskin pada malam lailatul qadar.
Nabi Musa berkata : “ Ya tuhanku, aku menginginkan dapat melewati shirat seperti kilat,”
Allah berfirman : Hal itu untuk orang yang mau bersedekah pada lailatul qadar.
Nabi Musa berkata : “ Ya Tuhanku, aku ingin dapat duduk di bawah naungan pohon-pohon surga, dan makan buah-buahannya.”
Berfimanlah Allah SWT : Hal itu untuk orang yang membaca tasbih pada malam lailatul qadar.
Nabi Musa berkata : ”Ya Tuhanku, aku ingin selamat dari neraka.”
Allah SWT berfirman : Hal itu untuk orang yang memohon ampun kepadaku pada malam lailatul qadar sampai shubuh tiba.
Nabi Musa berkata : ”Ya Tuhanku, aku menginginkan Ridhomu,”
Berfirman Allah SWT : Ridhoku untuk orang yang mengerjakan sholat dua raka’at pada malam lailatul qadar.
Dalam hadits yang disampaikan oleh Ibnu Abbas Rasulullah SAW bersabda:
Barang siapa yang mengerjakan sholat dua raka’at pada malam lailatul qadar, dia membaca pada setiap raka’at surat Al-Fatihah sekali dan surat Al-Ikhlas 7 kali, lalu apabila telah selesai salam dia membaca : ” Astaghfirullah wa atuubu ilaihi” tujuh puluh kali, maka dia tidak berdiri dari tempatnya kecuali telah diampuni dosanya oleh Allah dan dosa kedua orang tuanya, dan Allah akan mengutus para malaikat ke surga untuk menanamkan beberapa pohon untuknya, membangun beberapa gedung dan mengalirkan beberapa sungai, dan dia tidak akan keluar dari dunia ini sehingga dia melihat semua itu lebih dahulu. (Tafsir Al-Hanafi)
Dalam suatu riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Pintu-pintu langit terbuka pada malam lailatul qadar. Tidak seorang hambapun yang mengerjakan shalat di dalamnya kecuali Allah menjadikan untuknya dengan setiap takbir tanaman sebuah pohon di surga, yang seandainya orang yang naik kendaraan berjalan di bawah naungannya seratus tahun maka tidak selesai menempuhnya. Dan Allah menjadikan denga setiap raka’at, sebuah gedung di surga untuknya dari mutiara, yaqut, zabarjad, dan dari lu’lu’. Dan dengan setiap ayat dari bacaan yang dibacakannya dalam shalat, Allah menjadikan untuknya sebuah mahkota di surga. Dan dengan setiap duduk sebuah derajat dari derajat-derajat surga. Dan dengan setiap salam sebuah perhiasan dari perhiasan-perhiasan surga. (Zubdatul Wa’izhin)
Kesimpulan : Menjemput kemuliaan dengan apa yang dimunajatkan Nabi Musa AS, artinya kalau kita ingin mendapatkan kemuliaan lailatul qadar, maka lakukan apa yang telah dimunajatkan Nabi Musa melalui jawaban Allah SWT yaitu :
1. Bangun malam untuk mendekatkan diri kepada Allah
2. Menyayangi orang miskin, karena nabi sangat mencintai orang-orang miskin
3. Memperbanyak sedekah
4. Memperbanyak membaca tasbih : ” Subhanallah” membaca tasbih artinya kita membersihkan diri, bahwa Allah bersih dari sifat-sifat yang tidak mulia dan tidak sempurna.
5. Memohon ampunan Allah
Artinya Setiap kita berbuat kesalahan/dosa lalu kita ingat kepada Allah dengan membaca :
” Istighfar” yaitu Astaghfirullahal ’Azhim dan segera memohon ampun kepada Allah dengan melakukan kebaikan-kebaikan.
6. Mendirikan shalat malam walaupun hanya dua raka’at
Dengan melakukan 6 hal di atas insya Allah kita akan menjadi orang-orang yang mulia dalam pandangan Allah maupun manusia. Aamiin ya robbal ’aalamiin.
Demikian semoga bermanfaat dan dapat menjadikan semangat untuk menjemput lailatul qadar di 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan . Wallahu A’lamu Bish Shawab/Dzikrul/15/08/2011
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
ARTIKEL ISLAM
- Siapkan Generasi Masa Depan Berkualitas
- Kamarul Zaman: Jujur Itu Emas
- Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar Oleh : Dzikrul Hakim
- Kemaksiatan Akan Melahirkan Maksiat Lainnya
- RAJAB BULAN YANG DIPERHITUNGKAN ALLAH OLEH : Dzikrul Hakim
- Hawa Nafsu oleh Mochamad Nahroedien
- Islam Agama Rahmatan Lil ‘Alamin
- Perjalanan Spiritual RA. Kartini
- Resep Hidup Bahagia oleh Ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar
- Mari Mengingat Al-Maut (Kematian) Oleh Abu Isma’il Muslim Al-Atsari
- Hakikat Istiqomah dan Tanda-tandanya oleh Dzikrul Hakim
- Pemimpin yang Menipu Rakyat Oleh Adhie M Massardi
- Membangun Masyarakat Madani Berbasis Kearifan Lokal Oleh Dadang Respati Puguh
- Menciptakan Surga di Rumah
- Tiga Amalan Istimewa Penuntun Langkah Menuju Ridho Allah Oleh : KH. Muhammad Anwar Manshur
- Peran Individu dalam Kebangkitan Bangsa oleh Dr. Mushthafa as Siba'i
- Kekuatan Do’a Oleh K.H. Shiddiq Amien
- Maulid Nabi Saw, Lahirnya Peradaban Baru Oleh : Muhammad Taufik N.T
- Kalimat Tauhid Pembuka Pintu Hati
- Dengan Kasih Sayang, Manusia dan Bumi Bisa Bersanding Oleh Prof KH Ali Yafie













