RAJAB BULAN YANG DIPERHITUNGKAN ALLAH OLEH : Dzikrul Hakim
Dari dua belas bulan yang telah Allah ciptakan, ada empat bulan yang diperhitungkan dan mendapat perhatian Allah, salah satunya adalah bulan Rajab. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur-an :
INNA ‘IDDATASY SYUHUURI ‘INDALLAHI ITSNAA ‘ASYARA SYAHRAN FII KITAABILLAAHI, YAUMA KHOLAQOS SAMAAWAATI WAL ARDHA MINHAA ARBA’ATUN HURUM DZAALIKAD DIINUL QOYYIMU……Ilaa akhirihaa
Artinya : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah : 36)
Di dalam tafsir disebutkan bahwa 4 bulan yang dimulyakan oleh Allah yang satu sendiri yaitu bulan Rajab sedangkan yang tiga berturut-turut yaitu Dzulqo’idah, Dzulhijjah dan Muharram.
Mengapa Rajab termasuk bulan yang diperhitungkan Allah?
Karena di dalam nya Allah SWT melarang setiap diri untuk berbuat kezhaliman dengan merusak kemulyaan bulan haram dan melakukan keharamannya dengan kemaksiatan-kemaksiatan pada bulan yang empat itu, karena sesungguhnya melakukan kemaksiatan-kemaksiatan di bulan yang empat itu lebih agung dosanya seperti melakukan kemaksiatan di tanah haram dan ketika dalam keadaan ihram.
Sebagaimana Allah berfirman : FALAA TAZHLIMUU FIIHINNA ANFUSAKUM (QS. At-Taubah : 36) Artinya : Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu
Di dalam hadits rasul juga menyampaikan :
QOOLA RASUULULLAHI SAW : ANIIBUU ILAA RABBIKUM WASTAGHFIRUU MIN DZUNUUBIKUM WAJ TANIBUU ALMA’AASHII FISY SYAHRIL HARAM WAHUWA RAJABA
Artinya : Bersegeralah kepada tuhanmu dan mohon ampunlah kalian dari dosa-dosamu dan jauhilah kalian maksiat-maksiat di bulan haram yaitu Rajab.
Karena dibulan itu Allah melarang untuk berperang
Di dalam hadits yang diriwayatkan dari ’atho Sesungguhnya tidak halal bagi manusia untuk berperang di tanah haram dan bulan haram, kecuali apabila mereka orang-orang kafir memerangi kita, sebagaimana Nabi pernah mengepung orang-orang Thaif dan orang-orang Hawazan pada waktu perang Hunain di bulan Syawal dan Dzulqo’idah.
Didalam Al-Qur-an Allah berfirman : WAQOOTILUL MUSYRIKIINA KAAAFFATAN KAMAA YUQOOTILUUNAKUM KAAAFFATAN
Artinya : Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya. (QS. At-Taubah : 36)
Oleh karena kaum muslimin agar menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan peperangan di bulan yang empat itu, seperti pertikaian, perpecahan, permusuhan dan lain-lain. Sebagaimana Allah SWT berfirman :
YAS ALUUNAKA ‘ANISY SYAHRIL HARAAMI QITAALUN FIIHI, QUL QITAALUN FIIHI KABIIRUN (QS. Al-Baqarah -: 217)
Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar.
Karena ketaatan pada bulan itu dilipat gandakan dan kemulyaan tetap, dosa-dosa di ampuni, ketaatan diterima dan pahalanya dilipat gandakan dari bulan yang mulia, karena sesungguhnya kebaikan yang satu di dalam semua bulan dilipat gandakan dengan sepuluh kebaikan. Sebagaimana Allah berfirman : MAN JAA-A BIl HASANATI FALAHUU ‘ASYRU AMTSAALIHAA
Arinya : Barang siapa datang dengan kebaikan maka baginya sepuluh kali kebaikan itu.
Pada bulan Rajab dilipat gandakan menjadi tujuh puluh lipat, bulan Sy’ban dilipat gandakan menjadi tujuh ratus kali lipat, dan di bulan Ramadhan menjadi seribu kali lipat, dan itu diberikan khusus buat umat nabi kita Muhammad SAW. (Kitab Khozinatul Ulama).
Maka mulyakan bulan yang empat itu dengan memperbanyak puasa, penyesalan terhadap dosa-dosa yang telah lewat, dan banyak menyebut nama Allah.
Nabi bersabda : Apabila kamu sekalian ingin santai pada waktu mati dari kehausan dan mati membawa iman dan selamat dari godaan syaitan, maka mulyakan bulan yang empat yaitu Rajab, Dzulqoidah, Dzulhijjah dan Muharram dengan memperbanyak puasa dan menyesali atas dosa yang telah lewat serta mengingatlah kamu sekalian kepada Allah maka masuklah kamu sekalian ke surga tuhanmu dengan selamat (Zahrotur Riyadh)
Di dalam hadits lain diriwayatkan dari Nabi SAW sesungguhnya beliau bersabda : Aku melihat pada malam mi’raj bengawan yang airnya lebih manis dari madu dan lebih dingin dari salju dan lebih wangi dari minyak misik maka aku berkata kepada jibril ya jibril untuk siapa ini? Maka Jibril menjawab : untuk orang yang membaca sholawat atasmu di bulan Rajab.
Dari Anas bin Malik RA sesungguhnya dia berkata : Aku bertemu muadz bin Jabal RA maka aku bertanya kepadanya, dari mana engkau datang wahai muadz? Muadz menjawab : aku datang dari sisi Nabi SAW lalu aku menyampaikan apa yang aku dengar darinya (Nabi)? Muadz berkata : aku mendengar barang siapa mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan sebenar-benar ikhlas maka ia masuk surga dan barang siapa puasa satu hari dari bulan Rajab karena mencari dzat Allah maka ia masuk surga. Kemudian aku masuk menemui rasulillah maka aku bertanya ya rasulallah sesungguhnya Muadz mengabarkan kepadaku begini dan begini maka Nabi SAW menjawab : benar muadz.
Demikian semoga manfaat dan bertambahnya pengetahuan kita, betapa Rajab itu bulan yang diperhitungkan dan mendapat perhatian Allah dan semoga di bulan Rajab ini semakin semangat untuk memperbanyak ibadah kepada Allah...Amiin Ya Rabbal Aalamiin Wallahu A’lam Bish Shawab.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
ARTIKEL ISLAM
- Siapkan Generasi Masa Depan Berkualitas
- Kamarul Zaman: Jujur Itu Emas
- Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar Oleh : Dzikrul Hakim
- Kemaksiatan Akan Melahirkan Maksiat Lainnya
- RAJAB BULAN YANG DIPERHITUNGKAN ALLAH OLEH : Dzikrul Hakim
- Hawa Nafsu oleh Mochamad Nahroedien
- Islam Agama Rahmatan Lil ‘Alamin
- Perjalanan Spiritual RA. Kartini
- Resep Hidup Bahagia oleh Ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar
- Mari Mengingat Al-Maut (Kematian) Oleh Abu Isma’il Muslim Al-Atsari
- Hakikat Istiqomah dan Tanda-tandanya oleh Dzikrul Hakim
- Pemimpin yang Menipu Rakyat Oleh Adhie M Massardi
- Membangun Masyarakat Madani Berbasis Kearifan Lokal Oleh Dadang Respati Puguh
- Menciptakan Surga di Rumah
- Tiga Amalan Istimewa Penuntun Langkah Menuju Ridho Allah Oleh : KH. Muhammad Anwar Manshur
- Peran Individu dalam Kebangkitan Bangsa oleh Dr. Mushthafa as Siba'i
- Kekuatan Do’a Oleh K.H. Shiddiq Amien
- Maulid Nabi Saw, Lahirnya Peradaban Baru Oleh : Muhammad Taufik N.T
- Kalimat Tauhid Pembuka Pintu Hati
- Dengan Kasih Sayang, Manusia dan Bumi Bisa Bersanding Oleh Prof KH Ali Yafie











