Siapkan Generasi Masa Depan Berkualitas

Addthis

Bogor, 18/10  Menteri Agama Suryadharma Ali berharap momentum Sippa Dhamma Samajja dapat dijadikan sebagai wahana guna memacu prestasi mahasiswa dalam mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas.

Harapan Menag tersebut disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Bimas Buddha, A Joko Wuryanto saat membuka Sippa Dhamma Samajja tingkat Perguruan Tinggi di Grand Jaya Raya, Cipayung, Bogor, Selasa malam. Pada kesempatan tersebut hadir para pejabat dari lingkungan Kemenag, Kakanwil termasuk mantan Dirjen Bimas Buddha Budi Setiawan dan ratusan mahasiswa dari perguruan tinggi agama Buddha.

Sippa Dhamma Samajja atau Mahanitiloka Dhamma berarti pertemuan para mahasiswa untuk mempelajari atau meningkatkan kepiawaian Dhamma. Mahasiswa adalah bagian dari generasi muda yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa.

Karena itu, menurut Menag, kegiatan berskala nasional itu merupakan wahana strategis untuk pengembangan minat, bakat, keterampilan dan apresiasi terhadap prestasi terbaik yang dicapai mahasiswa, khususnya keterampilan keagamaan.

Menag pun menjelaskan bahwa sebagai ajang kompetisi tentu di dalamnya terkandung upaya untuk menunjukkan bahwa para dosen agama Buddha telah bekerja secara optimal untuk menanamkan nilai-nilai luhur keagamaan dan aktualisasi dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Dirjen Bimas Buddha menjelaskan bahwa kegiatan itu bermaksud meningkatkan keyakinan, kerukunan antarmahasiswa, sebagai wahana pengembangan potensi mahasiswa, mempertajam wawasan dan kreativitas mahasiswa Buddhis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Selain itu, kata Joko Wuryanto, memberikan umpan balik terhadap proses belajar mengajar di perguruan tinggi agama Budhha. Pada kegiatan yang berlangsung selama empat hari hingga 21 Oktober itu, menurut dia, juga diharapkan bukan semata sebagai pemenang lomba, tetapi ada sasaran lebih jauh lagi. Yaitu, menumbuhkan rasa percaya diri, menggali potensi, sportivitas yang harus dipupuk selama lomba.

Dengan demikian, kelak dapat tercermin dalam sikap keseharian berupa patuh kepada hukum agama, bermoral, berbudi pekerti, beretika, cinta tanah air, dapat dipercaya, toleran, hidup menjadi bermanfaat bagi orang lain dan sederhana. (Sumber: Kemenag)

 

Add comment


Security code
Refresh