Budiono Minta Pengusaha Tiru Cara Perdagang Nabi Muhammad SAW
JAKARTA--Wakil Presiden Boediono pada saat membuka seminar tentang Etika Bisnis di Jakarta, Selasa 27/7 mengingatkan agar para pengusaha mencontoh Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai pedagang yang jujur. Nabi, dinlainya, bisa menjadi pedagang yang sukses karena kejujurannya. ''Ini berlaku bagi semua. Ada ruang untuk prinsip moral dalam bisnis, kejujuran,'' pesan Wapres saat membuka seminar tersebut. Terkait prinsip moral dalam berdagang inilah, Wapres meminta para pengusaha agar mengedepankan etika bisnis dan moral meskipun kompetisi dan persaingan usaha semain ketat di era globalisasi ini. Dia mengemukakan, pebisnis yang beretika dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perusahaan, kelompok, dan masyarakat yang lebih luas.
Etika kehidupan, katanya, saat diterapkan di dalam bisnis dianggapnya memang agak unik. Karena bisnis berada di lingkungan kompetitif. ''Bahkan kalau di dalam persaingan yang keras, para pebisnis melakukan praktek saling 'membunuh' untuk memenangkan persaingan,'' jelasnya.
Namun, sergah Wapres, praktek saling 'membunuh' dalam persaingan bisnis pada akhirnya akan merugikan banyak pihak dan tidak bermanfaat bagi kepentingan luas. Dia mengatakan pebisnis yang baik harus bisa memenangkan persaingan tanpa harus membunuh para pesaingnya. ''Pengusaha yang mementingkan dirinya sendiri, maka kelompok ini akan bubar. Nanti malah dirugikan,'' ujarnya.
Jujur, adalah sikap pribadi. Jujur dapat diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. Jujur adalah energi positif. Menyatakan sesuatu dengan langsung, spontan, lugas, apa adanya akan menghemat waktu dan energi. Terjadilah efisiensi. Itulah yang dikatakan oleh Sawitri Supardi Sadarjoen (SSS), seorang psikolog.
Setiap manusia pasti pernah merasakan atau terlibat dengan hal yang berkaitan dengan kejujuran ini. Pernah merasa dibohongi, pernah menemukan kejujuran, bahkan mungkin pernah melakukan kebohongan atau berlaku jujur. Dari semua pengalaman yang mungkin itu, setiap manusia tentu tahu bagaimana rasanya. Rasa ketika tahu dibohongi, rasa ketika menemukan sebuah kejujuran. Berbagai rasa, sulit untuk diungkapkan, tapi jujurlah.. apa yang menjadi pilihan ? jujur atau tidak jujur ? Pada akhirnya kejujuran pasti yang akanmenang. Admin
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|













