Jama’ah Haji Kloter I JKG 22/11 Tiba Tanah Air
Jakarta-Kloter pertama jama'ah haji debarkasi Jakarta Pondok Gede mendarat mulus di Bandara Soekarno-Hatta 22/11 pukul 09.30 WIB. Kloter awal yang mengangkut 455 jamaah ini terlambat lima jam dari jadwal semula yang seyogyanya pukul 04.30 WIB. Menteri Agama Suryadharma Ali yang semula dijadwalkan menjemput kloter pertama yang didalamnya ada Kakanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Drs H Sutami ini urung terwujud. "Menag mungkin lelah, karena semalam beliau baru tiba dari Arab Saudi," tutur salah seorang sumber saat penjemputan kloter pertama debarkasi DKI Jakarta Pondok Gede di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Senin (22/11).
Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof Dr Abdul Djamil, MA yang mewakili Menag mengharapkan jamaah haji Indonesia memperoleh haji mabrur, sehingga sepulang haji dapat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Bahkan keberadaanya disukai masyarakat dan kehidupannya pun bermanfaat bagi orang lain.
Sementara Kakanwil Kemenag Provinsi Banten Dr H A Romly mengatakan kloter 1 dengan nomor penerbangan GA 740 ini mengangkut 455 yang terdiri dari 448 jamaah haji, lima orang petugas kloter (TPHI, TPIHI dan TKHI) dan dua orang petugas Provinsi DKI Jakarta (TPHD dan TKHD). "Sebagaimana waktu pemberangkatan haji, angkutan pemulangan haji debarkasi Jakarta Pondok Gede tetap dilaksanakan oleh maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia."
Menurut Romly, embarkasi Jakarta Pondok Gede tahun 2010 memberangkatkan 22.999 jamaah haji yang terdiri dari 10.555 jamaah pria dan 12.444 Jamaah wanita yang berasal dari DKI Jakarta sebanyak 7.887 termasuk 89 petugas; Banten 8.801 jamaah termasuk 95 petugas; dan embarkasi antara Provinsi Lampung 6.311 jamaah termasuk 70 petugas. Romly menjelaskan, hingga kini jamaah haji embarkasi Pondok Gede yang meninggal dunia sebanyak 15 orang, yakni tujuh orang dari DKI Jakarta, empat jamaah dari Banten dan empat dari Lampung. Sumber: Kemenag
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Babinrohis
- Boediono: Masjid Jangan Jatuh ke Tangan Penyebar Radikalisme dan Terorisme
- Pendidikan Modern Tertua Ada di Pesantren
- Presiden Akan Hadiri Harlah IPHI di Solo
- Menag: Ulama dan Tokoh Agama Harus Luruskan Demokrasi yang Kebablasan
- Komaruddin Hidayat: Agama Sebagai Peradaban, Bukan Alat Kepentingan Politik
- Suryadharma Ali: Perbedaan Agama atau Golongan Jangan Timbulkan Perpecahan Umat
- SBY Ajak Masyarakat Indonesia Kembali ke Jati Diri Bangsa yang Mulia
- SBY: Rasulullah SAW Mengelola Kemajemukan Tanpa Ada yang Ditinggalkan
- Hati-Hati Ada yang Ingin Pecah-Belah Umat Islam
- Nasaruddin Umar: Mahasiswa Harus Jadi Creative Minority
- Menag: Pencegahan Miras Jangan Terpaku Aturan Formal
- Nasaruddin Umar : Pembinaan Umat Diorientasikan Menuju Kemandirian
- Suryadharma Ali: Ajak Momentum Hijrah Untuk Menuju Kehidupan yang Lebih Baik
- Wakil Kemenag: Kemenag Kembangkan Kawasan Bina Kerukunan
- Wakil Menteri Agama Akan Gunakan Pendekatan Komprehensif
- Radikalisasi Marak Karena Remaja Enggan Mengaji Al Quran
- Tambahan Kuota Haji 2012
- Puncak Ibadah Haji 1432 H
- Menag Setuju Pendoktrin Dihukum Berat
- Lapan Terbitkan Buku Astronomi tentang Kalender Hijriah
- Halal bi Halal Kemnakertrans
- Bahrul Hayat: Pemerintah Tetapkan Besaran BPIH 2011 dan Waktu Pelunasan
- Seminar 1/2 Hari "Membangun Entreurpreneur Muslim"
- Awal Ramadhan Diperkirakan Tidak Berbeda
- Suryadharma Ali: Da`i Agar Sampaikan Islam Rahmatan Lil Alamin
- Suryadharma Ali: Tidak Fair Menuding Pesantren Basis Gerakan Radikal
- Suryadharma Alie: "NII Harus Dibasmi"
- Menag: Pelajaran Agama Perlu Ditambah di Sekolah dan Perguruan Tinggi
- Pelatihan Dakwah di Dunia Cyber
- Ketua PBNU: Radikalisme Tak Mungkin Dihadapi Secara Parsial












