Kesan Obama Tentang Istiqlal dan Pesan Obama Soal Nilai Universal

Kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Masjid Istiqlal, Jakarta, ternyata cukup berkesan. Kunjungan yang cukup singkat itu diakhiri dengan penyampaian kesan lewat surat kepada Imam masjid Istiqlal, Kiai Haji Ali Mustafa Yakub, Rabu (10/11). Obama menulis di secarik kertas sebuah surat yang berisi testimoni kedatangannya ke Istiqlal. Dalam surat tersebut, Obama mengaku sangat senang bisa berkunjung ke Masjid Istiqlal yang menurutnya sangat luar biasa, di mana masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut merupakan simbol peranan Islam dalam memberikan arahan bagi jutaan muslim di Indonesia. Surat tersebut kemudian diserahkan kepada Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yakub.
Surat itu juga ditandatangani sendiri oleh Obama beserta sang istri Michelle Obama. Kunjungan Obama ke Istiqlal Rabu Pagi tadi hanya ditemani Imam Masjid K.H. Ali Mustafa, sedangkan wartawan hanya diperbolehkan meliput dari jarak yang cukup jauh ,
Presiden Amerika Serikat Barack Obama memang sudah meninggalkan Indonesia. Namun, ada beberapa pesan penting yang disampaikan Obama dalam pidatonya di Balairung Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/11) pagi. Satu di antaranya menurut Obama, kebebasan untuk memeluk agama tanpa merasa takut dan dibatasi adalah nilai universal.
"Kesempatan untuk memperoleh pendidikan, bekerja dengan dengan rasa hormat, dan kebebasan dalam menjalankan kepercayaan tanpa merasa takut dan dibatasi merupakan nilai-nilai luhur universal. Hal itu harus dimengerti di mana saja," katanya lugas.
Dalam pidatonya, Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan, persamaan, dan kebebasan beragama. "Dua negara, Israel dan Palestina, hidup berdampingan dalam kedamaian dan keamanan. Itu adalah tujuan kami," ujarnya. Red.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Babinrohis
- Boediono: Masjid Jangan Jatuh ke Tangan Penyebar Radikalisme dan Terorisme
- Pendidikan Modern Tertua Ada di Pesantren
- Presiden Akan Hadiri Harlah IPHI di Solo
- Menag: Ulama dan Tokoh Agama Harus Luruskan Demokrasi yang Kebablasan
- Komaruddin Hidayat: Agama Sebagai Peradaban, Bukan Alat Kepentingan Politik
- Suryadharma Ali: Perbedaan Agama atau Golongan Jangan Timbulkan Perpecahan Umat
- SBY Ajak Masyarakat Indonesia Kembali ke Jati Diri Bangsa yang Mulia
- SBY: Rasulullah SAW Mengelola Kemajemukan Tanpa Ada yang Ditinggalkan
- Hati-Hati Ada yang Ingin Pecah-Belah Umat Islam
- Nasaruddin Umar: Mahasiswa Harus Jadi Creative Minority
- Menag: Pencegahan Miras Jangan Terpaku Aturan Formal
- Nasaruddin Umar : Pembinaan Umat Diorientasikan Menuju Kemandirian
- Suryadharma Ali: Ajak Momentum Hijrah Untuk Menuju Kehidupan yang Lebih Baik
- Wakil Kemenag: Kemenag Kembangkan Kawasan Bina Kerukunan
- Wakil Menteri Agama Akan Gunakan Pendekatan Komprehensif
- Radikalisasi Marak Karena Remaja Enggan Mengaji Al Quran
- Tambahan Kuota Haji 2012
- Puncak Ibadah Haji 1432 H
- Menag Setuju Pendoktrin Dihukum Berat
- Lapan Terbitkan Buku Astronomi tentang Kalender Hijriah
- Halal bi Halal Kemnakertrans
- Bahrul Hayat: Pemerintah Tetapkan Besaran BPIH 2011 dan Waktu Pelunasan
- Seminar 1/2 Hari "Membangun Entreurpreneur Muslim"
- Awal Ramadhan Diperkirakan Tidak Berbeda
- Suryadharma Ali: Da`i Agar Sampaikan Islam Rahmatan Lil Alamin
- Suryadharma Ali: Tidak Fair Menuding Pesantren Basis Gerakan Radikal
- Suryadharma Alie: "NII Harus Dibasmi"
- Menag: Pelajaran Agama Perlu Ditambah di Sekolah dan Perguruan Tinggi
- Pelatihan Dakwah di Dunia Cyber
- Ketua PBNU: Radikalisme Tak Mungkin Dihadapi Secara Parsial












