Menag: Pelajaran Agama Perlu Ditambah di Sekolah dan Perguruan Tinggi

Berita Babinrohis-Nakertrans

Addthis

Jakarta - Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan untuk memberikan pemahaman agama yang baik dan utuh pada peserta didik, perlu penambahan jam pelajaran atau materi pelajaran agama di sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi.  "Jadi memang pelajaran agama perlu ditambah, ini untuk memberikan pemahaman agama yang tidak tanggung," tegas Menag usai meninjau pelaksanaan Ujian Negara Madrasah Tsanawiyah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Tangerang II Pamulang, Tangerang Selatan (25/4). Dalam kesempatan itu Menag didampingi Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Pernyataan Menag terkait maraknya praktek-praktek Negara Islam indonesia (NII) yang belakangan marak diberitakan mencari kader-kader baru. "Rekrutmen oleh NII ini bisa menimpa siapa saja. Tapi jangan kemudian misalnya dilakukan di kampus A, misalnya, jangan kemudian dikaitkan dengan lembaga atau kampus tersebut yang seolah-olah sebagai sarang NII," tandas Menag.

Untuk itu Menag menegaskan perlunya penambahan pelajaran agama di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi. "Penambahan materi pelajaran agama bisa juga melalui ekstra kurikuler atau muatan lokal," imbuhnya.

Sebelumnya di Depok Menteri Agama Suryadharma Ali meminta para orang tua, siswa dan mahasiswa untuk mewaspadai ajaran-ajaran radikal yang diduga telah masuk ke pelajaran agama di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Kementerian Agama hanya dapat memperingatkan lembaga-lembaga dan sekolah agama mengenai isu berkembangnya pemahaman agama yang tidak sesuai dengan agama itu sendiri.

"Kita sudah melakukan penelitian mengenai radikalisme dan aliran-aliran yang dianggap sesat. Kementerian Agama hanya dapat memperingatkan saja bahwa sedang beredar pemahaman agama yang tidak sesuai," Mengenai mata pelajaran yang diduga telah mengandung radikalisme, pihaknya akan meneliti hal ini terlebih dahulu. Perlu ada pencermatan mengenai berita yang beredar. Ia meminta masyarakat untuk tidak cepat membenarkan hal tersebut.

Suryadharma juga meminta masyarakat untuk tidak menganggap Universitas Muhammadiyah Malang sebagai sarang yang memproduksi mahasiswa dengan pemahaman-pemahaman radikal. Menurutnya, rekruitmen bisa diambil dari mana saja. Ormas Islam yang berniat untuk mendirikan Negara Islam tersebut dapat merekrut orang dari mana saja. "Kita tidak bisa menjustifikasi bahwa UMM sebagai sarang mahasiswa berpemikiran radikal," katanya lagi.

Masalah aliran atau ormas yang mengancam keamanan negara tentu ditangani oleh pihak keamanan negara (polisi). Kementrian Agama, hanya sebatas memberi peringatan.

"Kami hanya sebatas itu, cuma dari sisi ajaran tentang pandangan Islam terhadap Indonesia. Titik, sampai di situ. Tidak mungkin negara kita yang sekarang ini menjadi negara Islam," pungkasnya. Sumber: Kemenag

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Add comment


Security code
Refresh

Berita Babinrohis