Menakertrans Buka Puasa Bersama Para Pengusaha dan Mitra Pemerintah

Addthis

Jakarta-Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar dalam sambutannya pada acara buka puasa bersama Selasa 24/8 di RR. Serbaguna Kemnakertrans Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta di hadapan para mantan Menakertrans, mitra pemerintah seperti APINDO, perwakilan serikat pekerja, unsur pemerintah, dll menyatakan bahwa berdasarkan laporan dari atase ketenagakerjaan Indonesia di Malaysia, ada 177 warga negara Indonesia yang terkena tuntutan hukuman mati.

Diantara ke-177 warga negara Indonesia yang terkena tuntutan hukuman mati tersebut ada yang terlibat kasus narkoba, pembunuhan ataupun kriminal. “Jadi data dari Konsulat maupun Atase kita di Malaysia itu 177 orang. Baik yang kasusnya narkoba maupun kasus kriminal terancam hukuman mati. Masih terancam, belum diputuskan hukuman mati,” kata Muhaimin di Kantor Kemnakertrans, Jakarta, Selasa (24/8).

Terkait dengan jumlah warga negara Indonesia yang terkena musibah penuntutan hukuman mati yang beredar saat ini cukup banyak, Muhaimin mengatakan tergantung dari periode tahun berapa. “Beberapa NGO melansir sejak tahun 1990. Ini pasti banyak, karena di Negara Malaysia ada sekitar 2 juta lebih warga kita. Kalau dari tahun 1990 yang pasti banyak,” ujarnya.

Namun demikian, Muhaimin membantah ke-177 warga Negara Indonesia tersebut semuanya tenaga kerja Indonesia (TKI). “Nah, jumlah 177 orang tersebut seluruhnya bukan TKI. Jangan salah paham. Diantara mereka ada yang memang datang kesana untuk tujuan kriminal,” jelasnya. Ditegaskannya, jika memang ada TKI yang bermasalah disana, kita pasti akan mendampingi serta membantu, sepanjang ada laporan yang masuk ke atase ketenagakerjaan di Malaysia. “Selagi TKI ini terdeteksi, formal, berkomunikasi, pasti kita dampingi. Itulah gunanya ada atase tenaga kerja kita yang  bertugas disana,” tandasnya.

Sementara, untuk masalah lawyer, Muhaimin mengatakan, selama kasusnya itu TKI, biasanya didampingi oleh penasehat hukum, baik yang dijamin asuransi maupun yang dijamin oleh atase kita atau kedutaan kita. Apabila warga negara Indonesia yang terkena masalah tersebut bukan TKI, kata dia, maka yang menanganinya secara langsung adalah Kementerian Luar Negeri.

“Kita tentu berharap, Menlu akan mengupayakan hal ini dengan diplomasi, kitapun akan dukung dan bantu sepenuhnya. Jadi, yang berkaitan TKI tentu kita yang menangani, sementara yang terkait  hal lain akan ditempuh jalur diplomasi,” tandasnya.

Pada sambutan lainnya Menakertrans mengajak kepada mitra pemerintah untuk secara bersama-sama ikut membantu menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian yang tengah dihadapi oleh pemerintah saat ini. Koordinasi dan kerjasama yang baik akan lebih cepat mengatasi persoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa indonesia melalui peran dan tugas masing-masing. Kepada para tamu yang hadir Menakertrans membagikan dua buku yang berjudul Amalan Nahdliyah dan buku karangannya yang berjudul “Inspiring Ramadhan” yang berisi tentang renungan dan pencerahan di bulan yang penuh kemuliaan. Red & Admin

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Add comment


Security code
Refresh