Penyakit Rabun Dekat Umat Islam Indonesia oleh KH. Marsudi Shuhud (Sekjen PBNU)
Umat Islam Indonesia banyak yang telah dihinggapi penyakit rabun dekat. Apa penyakit RABUN DEKAT itu? Yang dimaksud bukan penyakit mata, tetapi esensi dari penyakit rabun dekat itu yaitu seringnya kita menjadi orang yang menerawang, mengintip, mengkorek-korek kesalahan orang lain sementara segunung kelemahan, kekurangan yang ada dalam diri sendiri tak mau membenahi. Inilah salah satu penyakit yang menyebabkan Indonesia tidak dapat segera bangkit dari berbagai krisis. Bila Indonesia mau cepat maju ya masyarakatnya harus mau berbenah diri. Hal tersebut disampaikan oleh KH. Marsudi Syuhud (Sekjen PBNU) pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H dan lounching Koperasi BMT Al-Muhajirin Nakertrans pada tanggal 9 Februari 2011 di Masjid Al-Muhajirin Nakertrans Jl. TMP. Kalibata No. 17 Jakarta.
Selanjutnya KH. Marsudi Syuhud mengatakan bahwa Rasulullah SAW sejak umur 12 tahun sudah magang (berbisnis) dengan Siti Khadijah. Pada usia 25 tahun Rasul telah berhasil menjadi jutawan, karena keberhasilannya berbisnis dengan 4 prinsip yaitu: sidiq, amanah, tabligh, fatonah. Dengan empat sifat inilah Rasul dipercaya oleh Siti Khadijah mengembangkan usahanya ke berbagai wilayah di Jazirah Arab.
Karena ketekunan, keuletan dan kegigihan Rasul akhirnya Siti Khadijah jatuh hati kepada Muhammad. 25 ekor unta dan 12 on emas menjadi mas kawin pada saat Rasul akhirnya melamar Siti Khadijah sebagai Istri, jumlah yang sangat besar untuk ukuran pada saat itu. Kegigihan Rasul dalam berbisnis ini berlangsung sampai beliau berumur 37 tahun. Jadi total Rasul berbisnis selama 25 tahun. Sejak umur 38 s.d 40 tahun adalah waktu-waktu yang Allah SWT berikan kepada Nabi untuk melakukan kontemplasi untuk mempersiapkan diri untuk menerima tugas Kerasulan. Dan pada umur 40 tahun s.d. 63 tahun (kurang lebih 23 tahun) waktu Beliau benar-benar dihabiskan untuk mengemban misi Kerasulannya untuk mengajak manusia kepada jalan yang lurus yaitu dinnul Islam.
Jadi jika dihitung-hitung maka waktu nabi berbisnis lebih lama dari pada waktu Beliau mengemban tugas Kerasulan. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa, salah besar bila Islam hanya dianggap sebagai agama yang hanya mengutamakan urusan ibadah semata, justru Islam sangat menganjurkan umatnya untuk kaya raya serta mengejar ketertinggalannya dengan umat yang lain. Agar apa? agar umat Islam tidak menjadi obyek pemerasan dan eksploitasi oleh kelompok yang anti Islam, kata kyai yang juga sebagai ketua induk koperasi pesantren PBNU ini.
Dari sinilah dapat ditarik kesimpulan bahwa bila umat Islam ingin maju, maka prasyarat utama yang harus dilakukan adalah pembenahan landasan ekonomi dan mental (akhlak dan rohani). Manusia tidak akan mencapai derajat kebahagiaan tanpa melewati dua pintu. Yaitu pintu dunia melalui ihtiar dan usaha dan pintu akherat dengan ibadah dan ketundukan melaksanakan perintah dan ajaran Tuhan (Rabb Ilahi). Bila umat Islam bisa menjaga keseimbangan ini maka kebahagiaan dunia dan akhirat akan dapat dicapainya, tentunya dengan rahmat dan ridha Allah SWT.
Acara peringatan Maulid Nabi yang digabung dengan peresmian Koperasi BMT Al-Muhajirin Nakertrans merupakan momen yang tepat sebagai wujud ihtiar dari jajaran umat Islam di lingkungan kantor Kemenakertrans untuk ikut memikirkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan kantor dan sekitarnya. Ibnu Syirin SS
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Babinrohis
- Boediono: Masjid Jangan Jatuh ke Tangan Penyebar Radikalisme dan Terorisme
- Pendidikan Modern Tertua Ada di Pesantren
- Presiden Akan Hadiri Harlah IPHI di Solo
- Menag: Ulama dan Tokoh Agama Harus Luruskan Demokrasi yang Kebablasan
- Komaruddin Hidayat: Agama Sebagai Peradaban, Bukan Alat Kepentingan Politik
- Suryadharma Ali: Perbedaan Agama atau Golongan Jangan Timbulkan Perpecahan Umat
- SBY Ajak Masyarakat Indonesia Kembali ke Jati Diri Bangsa yang Mulia
- SBY: Rasulullah SAW Mengelola Kemajemukan Tanpa Ada yang Ditinggalkan
- Hati-Hati Ada yang Ingin Pecah-Belah Umat Islam
- Nasaruddin Umar: Mahasiswa Harus Jadi Creative Minority
- Menag: Pencegahan Miras Jangan Terpaku Aturan Formal
- Nasaruddin Umar : Pembinaan Umat Diorientasikan Menuju Kemandirian
- Suryadharma Ali: Ajak Momentum Hijrah Untuk Menuju Kehidupan yang Lebih Baik
- Wakil Kemenag: Kemenag Kembangkan Kawasan Bina Kerukunan
- Wakil Menteri Agama Akan Gunakan Pendekatan Komprehensif
- Radikalisasi Marak Karena Remaja Enggan Mengaji Al Quran
- Tambahan Kuota Haji 2012
- Puncak Ibadah Haji 1432 H
- Menag Setuju Pendoktrin Dihukum Berat
- Lapan Terbitkan Buku Astronomi tentang Kalender Hijriah
- Halal bi Halal Kemnakertrans
- Bahrul Hayat: Pemerintah Tetapkan Besaran BPIH 2011 dan Waktu Pelunasan
- Seminar 1/2 Hari "Membangun Entreurpreneur Muslim"
- Awal Ramadhan Diperkirakan Tidak Berbeda
- Suryadharma Ali: Da`i Agar Sampaikan Islam Rahmatan Lil Alamin
- Suryadharma Ali: Tidak Fair Menuding Pesantren Basis Gerakan Radikal
- Suryadharma Alie: "NII Harus Dibasmi"
- Menag: Pelajaran Agama Perlu Ditambah di Sekolah dan Perguruan Tinggi
- Pelatihan Dakwah di Dunia Cyber
- Ketua PBNU: Radikalisme Tak Mungkin Dihadapi Secara Parsial











