Sambutan Menteri Agama Pada Acara Pembukaan Munas III Fokkus Babinrohis Pusat

Berita Babinrohis-Nakertrans

Addthis

Sambutan Menteri Agama RI. Pada acara pembukaan Munas III Forum Komunikasi dan Konsultas Badan Pembina Rohani Islam (Fokkus Babinrohis) dalam lingkup Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK), BUMN dan Perusahaan Swasta tanggal 15 Januari 2011 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur yang dibacakan oleh Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA mengatakan bahwa kondisi moral masyarakat kita—khususnya di lingkungan Kementerian dan Lembaga Negara lainnya—sekarang ini masih memerlukan bimbingan dari kita secara lebih serius dalam rangka untuk memantapkan perilaku keberagamaan yang lebih baik. Karena, sikap dan perilaku keberagamaan para abdi negara akhir-akhir ini masih belum seperti yang kita harapkan.

Berbagai penyimpangan nilai-nilai luhur agama dan moral masih menjadi pemandangan yang cukup memprihatinkan, seperti masih adanya praktek korupsi, kasus penggelapan pajak, kasus penyuapan para penegak hukum dan prilaku negatif lainnya.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kepada pada tokoh Pembina Rohani Islam di Lingkungan masing-masing diharapkan dapat bersama-sama mendorong terbentuknya sikap dan prilaku keberagamaan yang moderat dan seimbang yang jauh dari penyimpangan atas nama agama dan lembaga, serta menumbuhkan sikap dan perilaku positif karyawan/pegawai yang memegang teguh pada prinsip-prinsip moral agama melalui berbagai pendekatan dan cara yang relevan. Tentu, setiap pilihan pendekatan yang kita lakukan memiliki tantangannya sendiri, sehingga diperlukan cara yang arif, niat yang lurus, pikiran yang jernih, serta konsisten dan keteguhan moral yang tidak mengenal lelah.

Sebagai pembina rohani Islam, para tokok agama dan cendikiawan muslim memiliki andil yang cukup besar dalam menciptakan ketenangan, ketentraman, dan kesejahteraan rohani masyarakat, serta memperkokoh sendi-sendi moral dan spiritual pegawai. Karena salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia adalah melalui pembangunan bidang agama. Pembangunan bidang agama memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong terciptanya kondisi sosial dan spiritual pegawai untuk memacu produktifitas kerja. Jika produktifitas berjalan baik, maka kualitas pembangunan manusia Indonesia akan melaju cepat. Untuk itu, Kami amat mendukung keberadaan Babinrohis di setiap Kementerian dan seluruh Lembaga Negara ataupun swasta karena pembinaan rohani  menjadi hak kejiwaan para pegawai/karyawan, jika tidak terpenuhi maka praktek penyimpangan akan tetap terjadi.

Kita menyadari, Presiden Republik Indonesia saat ini sedang menggalakkan good governance dan clean government, yaitu upaya mewujudkan birokrasi yang bersih, bebas KKN, memiliki profesionalitas dan integritas yang tinggi, dan menerapkan sistem pelayanan serta pengawasan yang paripurna sehingga dipastikan semua sistem bekerja secara efektif. Prinsipnya, agama menjadi pembimbing etika dan moral, sekaligus menyediakan jalan bagi umat manusia menuju pencapaian nilai hakiki dalam kehidupan. Dalam konteks ini, agama sangat jelas menginginkan agar kehidupan manusia tertata dengan baik, berjalan dengan teratur, dan harmonis. Keberadaan agama diharapkan tidak melahirkan adanya perilaku-perilaku negatif dalam dunia kerja dan profesi.

Kita semuanya adanya jarak yang jauh antara agama dengan penganutnya khususnya dikalangan pegawai/karyawan. Hal ini dapat kita lihat suguhan informasi baik melalui media cetak ataupun elektronik dimana kasus penyimpangan para penyelenggara negara selalu menjadi headline berita, mulai dari pembuat kebijakan sampai kepada pelaksana kebijakan. Inilah fakta moral, bahwa nilai kejujuran telah hilang dari jiwa para aparat, kejujuran menjadi langka dan kebohongan menjadi hal biasa. Inilah PR kita sebagai Pembina Rohani Islam.

Krisis ini adalah gambaran tentang posisi agama dalam kehidupan sosial yang berjarak jauh dengan penganutnya. Agama seakan terpenjara dalam kerangka konsep yang lepas dari konteks sosial, berhenti pada ranah pribadi yang pasif, dan tidak teraktualisasikan dalam kehidupan nyata. Padahal, agama sesungguhnya memiliki daya dorong spiritual, sekaligus menawarkan kerangka nilai konkrit yang dapat menyumbangkan bagi pemecahan problem moral.

Pada kesempatan tersebut Menag juga mengatakan bahwa sebagai Pembina Rohani Islam di kalangan Lembaga Negara dan Swasta, hendaknya terus meningkatkan kualitas bimbingan. Melalui Fokkus Babinrohis ini diharapkan terciptanya jaringan dakwah yang semakin luas, berbagi pengetahuan demi memelihara dan meningkatkan kehidupan beragama bagi para pegawai/karyawan, serta semakin memantapkan fungsi, peran dan kedudukan agama sebagai landasan moral, spiritual, dan etika dalam penyelenggaraan negara.

Selain membuka acara Munas Fokkus Babinrohis Dirjen Bimas Islam juga meresmikan pengoperasian website fokkus-babinrohis.org sebuah media eletronik yang dirancang untuk menginformasikan kegiatan-kegiatan Fokkus Babinrohis dan sebagai media dan forum komunikasi dan konsultasi dan media dakwah bagi segenap jajaran Badan Pembina Rohoani Islam di lungkungan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, BUMN, Perusahaan Swasta serta Lembaga Pendidikan Tinggi di Indonesia. Ibn S/Red/18/01/2011

 

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Add comment


Security code
Refresh

Berita Babinrohis