SBY: Semua Organisasi Keagamaan Perlu Mengedepankan Upaya Dialog Dalam Menyelesaikan Setiap Masalah
Tasikmalaya-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan semua organisasi keagamaan harus bersatu padu mewujudkan kerukunan antarumat beragama. "Seluruh organisasi keagamaan harus bersatu padu," kata Presiden saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar Persatuan Islam (Persis) ke-XIV di komplek masjid Aisyah, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (25/9). Dalam sambutannya, Presiden meminta semua organisasi keagamaan mengedepankan upaya dialog dan meninggalkan cara kekerasan dalam menyelesaikan setiap masalah. Cara kekerasan, menurut Presiden, tidak akan menyelesaikan masalah, justru hanya akan menimbulkan masalah baru.
Presiden juga mengimbau setiap kelompok keagamaan untuk menghargai hak kelompok lain. "Tidak ada satu kelompok pun yang bisa memaksakan kehendak kepada kelompok lain," tegasnyanya.
Presiden optimis tidak akan ada konflik antarumat beragama, jika semua pihak memahami hak dan kewajiban masing-masing. Ia berharap aksi-aksi pemicu konflik, seperti rencana pembakaran kitab suci dan pembatasan beribadat, tidak terjadi lagi. Secara khusus kepada organisasi Islam, Presiden berharap organisasi-organisasi itu bisa menjadi media pencerah dan pendewasaan umat. Organisasi Islam harus menjadi jembatan kesepahaman antara peradaban Islam, peradaban timur dan peradaban barat.
Presiden berada di Tasikmalaya untuk membuka Muktamar Persatuan Islam ke-XIV di komplek masjid Aisyah, Tasikmalaya, Jawa Barat. Didampingi Ibu Ani Yudhoyono, tiba di tempat acara pada pukul 10.00 WIB. Presiden juga didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi , Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Agama Suryadharma Ali serta Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
Setelah beristirahat di ruang yang disiapkan, Presiden bersama Ibu Negara dengan didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuju komplek Masjid Aisyah, Kota Tasikmalaya, yang menjadi tempat pusat acara Muktamar Persatuan Islam ke-XIV. Kepala Negara kemudian menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Masjid Aisyah. Setelah itu, Presiden dan rombongan santap siang bersama dan langsung kembali ke Jakarta. Muktamar Persatuan Islam ke-XIV berlangsung selama tiga hari hingga 27 September 2010. Muktamar itu dilaksanakan di tiga pesantren di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta Garut. Admin
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Babinrohis
- Boediono: Masjid Jangan Jatuh ke Tangan Penyebar Radikalisme dan Terorisme
- Pendidikan Modern Tertua Ada di Pesantren
- Presiden Akan Hadiri Harlah IPHI di Solo
- Menag: Ulama dan Tokoh Agama Harus Luruskan Demokrasi yang Kebablasan
- Komaruddin Hidayat: Agama Sebagai Peradaban, Bukan Alat Kepentingan Politik
- Suryadharma Ali: Perbedaan Agama atau Golongan Jangan Timbulkan Perpecahan Umat
- SBY Ajak Masyarakat Indonesia Kembali ke Jati Diri Bangsa yang Mulia
- SBY: Rasulullah SAW Mengelola Kemajemukan Tanpa Ada yang Ditinggalkan
- Hati-Hati Ada yang Ingin Pecah-Belah Umat Islam
- Nasaruddin Umar: Mahasiswa Harus Jadi Creative Minority
- Menag: Pencegahan Miras Jangan Terpaku Aturan Formal
- Nasaruddin Umar : Pembinaan Umat Diorientasikan Menuju Kemandirian
- Suryadharma Ali: Ajak Momentum Hijrah Untuk Menuju Kehidupan yang Lebih Baik
- Wakil Kemenag: Kemenag Kembangkan Kawasan Bina Kerukunan
- Wakil Menteri Agama Akan Gunakan Pendekatan Komprehensif
- Radikalisasi Marak Karena Remaja Enggan Mengaji Al Quran
- Tambahan Kuota Haji 2012
- Puncak Ibadah Haji 1432 H
- Menag Setuju Pendoktrin Dihukum Berat
- Lapan Terbitkan Buku Astronomi tentang Kalender Hijriah
- Halal bi Halal Kemnakertrans
- Bahrul Hayat: Pemerintah Tetapkan Besaran BPIH 2011 dan Waktu Pelunasan
- Seminar 1/2 Hari "Membangun Entreurpreneur Muslim"
- Awal Ramadhan Diperkirakan Tidak Berbeda
- Suryadharma Ali: Da`i Agar Sampaikan Islam Rahmatan Lil Alamin
- Suryadharma Ali: Tidak Fair Menuding Pesantren Basis Gerakan Radikal
- Suryadharma Alie: "NII Harus Dibasmi"
- Menag: Pelajaran Agama Perlu Ditambah di Sekolah dan Perguruan Tinggi
- Pelatihan Dakwah di Dunia Cyber
- Ketua PBNU: Radikalisme Tak Mungkin Dihadapi Secara Parsial












