Suryadharma Ali: Ajak Momentum Hijrah Untuk Menuju Kehidupan yang Lebih Baik
Semangat hijriyah yang telah ditanamkan Rasulullah SAW, hendaknya dijadikan sebagai sebuah solusi bagi eksistensi bermasyarakat. Tentunya kata Menteri Agama Suryadharma Ali, pada peringatan Tahun Baru Hijriyah, Yayasan Darul Ulum Banyu Anyar, dan peresmian Asrama Santri Pondok Pesantren Darul Ulum Banyu Anyar Pamekasan, Madura, pekan lalu. "Tapi hijrah yang dilakukan saat ini bukan lagi seperti apa yang dijalani Rasulullah," ujar Menag. Dikatakan, hijrah yang perlu dilakukan sekarang yaitu berpindah dari pola yang tidak baik, ke pola kehidupan yang lebih baik. Seperti sikap anti kebersamaan, cepat terprovokasi, anti toleransi, merasa benar sendiri. Dan berbagai sikap anti sosial lainnya, merupakan sikap-sikap yang harus segera di hijrahkan.
Maksudnya dihijrahkan, kata Menag, kepada sikap-sikap membangun semangat toleransi, mengembangkan sikap moderat. Juga tidak merasa diri paling benar dan shahih. Tapi melakukan klarifikasi lebih dahulu, terhadap berita dan informasi yang diperoleh sebelum bertindak dan menghakimi.
Berbicara tentang peringatan tahun baru hijriyah menurut Menag Suryadharma Ali, hendaknya dapat dimaknai sebagai sebuah usaha. Dalam hal ini, untuk meningkatkan kualitas hablum minallah, hunbungan dengan Allah dan juga hablum minannas atau hubungan dengan manusia.
Ia mengatakan, hubungan manusia dengan Allah, sangat bersifat individual. Artinya, tidak ada yang tahu kecuali manusia dengan Allah. Oleh karenanya, tidak terlalu menjadi soal. Berbeda dengan hablu minannas, ini merupakan hubungan interaktif, yang saling terkait satu dengan lainnya. Itu sebabnya, jika kesalahan kepada manusia, syarat taubat menjadi empat . Sedangkan kesalahan manusia kepada Allah, taubatnya hanya tiga.
Dari sini dapat dilihat, bahwa interaksi dengan manusia lain , tambahnya, mesti dibina sebaik mungkin. Sehingga Imam al-Syafi`i pernah meminta kita, untuk merenungkan eksistensi kelahiran dan kematian kita. Dimana saat kita terlahir, semua orang senang, tersenyum dan tertawa. Ini pertanda mereka gembira, maka usahakan pergaulan yang dibangun, adalah pergaulan yang baik. Sehingga disaat kita meninggal, semua orang sedih karena kehilangan kita.
Sehubungan dengan itu ungkapnya, maka perayaan tahun baru hijriyah kali ini, hendaknya kita maknai dengan pembinaan yang kuat dan berkualitas. Terutama terhadap pola pergaulan antar sesama. Sehingga tercipta kerukunan, saling memahami dan menghargai satu sama lain, walaupun kenyataannya kita berbeda. "Perbedaan, bukan untuk diperselisihkan. Tapi harus dinikmati sebagai sebuah variasi kehidupan,"imbuh Menag Suryadharma Ali. Sumber: Kemenag
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Babinrohis
- Boediono: Masjid Jangan Jatuh ke Tangan Penyebar Radikalisme dan Terorisme
- Pendidikan Modern Tertua Ada di Pesantren
- Presiden Akan Hadiri Harlah IPHI di Solo
- Menag: Ulama dan Tokoh Agama Harus Luruskan Demokrasi yang Kebablasan
- Komaruddin Hidayat: Agama Sebagai Peradaban, Bukan Alat Kepentingan Politik
- Suryadharma Ali: Perbedaan Agama atau Golongan Jangan Timbulkan Perpecahan Umat
- SBY Ajak Masyarakat Indonesia Kembali ke Jati Diri Bangsa yang Mulia
- SBY: Rasulullah SAW Mengelola Kemajemukan Tanpa Ada yang Ditinggalkan
- Hati-Hati Ada yang Ingin Pecah-Belah Umat Islam
- Nasaruddin Umar: Mahasiswa Harus Jadi Creative Minority
- Menag: Pencegahan Miras Jangan Terpaku Aturan Formal
- Nasaruddin Umar : Pembinaan Umat Diorientasikan Menuju Kemandirian
- Suryadharma Ali: Ajak Momentum Hijrah Untuk Menuju Kehidupan yang Lebih Baik
- Wakil Kemenag: Kemenag Kembangkan Kawasan Bina Kerukunan
- Wakil Menteri Agama Akan Gunakan Pendekatan Komprehensif
- Radikalisasi Marak Karena Remaja Enggan Mengaji Al Quran
- Tambahan Kuota Haji 2012
- Puncak Ibadah Haji 1432 H
- Menag Setuju Pendoktrin Dihukum Berat
- Lapan Terbitkan Buku Astronomi tentang Kalender Hijriah
- Halal bi Halal Kemnakertrans
- Bahrul Hayat: Pemerintah Tetapkan Besaran BPIH 2011 dan Waktu Pelunasan
- Seminar 1/2 Hari "Membangun Entreurpreneur Muslim"
- Awal Ramadhan Diperkirakan Tidak Berbeda
- Suryadharma Ali: Da`i Agar Sampaikan Islam Rahmatan Lil Alamin
- Suryadharma Ali: Tidak Fair Menuding Pesantren Basis Gerakan Radikal
- Suryadharma Alie: "NII Harus Dibasmi"
- Menag: Pelajaran Agama Perlu Ditambah di Sekolah dan Perguruan Tinggi
- Pelatihan Dakwah di Dunia Cyber
- Ketua PBNU: Radikalisme Tak Mungkin Dihadapi Secara Parsial












