Kewaspadaan Pemerintah Malaysia Terhadap Hari Valentine, dan bagaimana Dengan Indonesia?

Addthis

KUALA LUMPUR - Masyarakat muslim Malaysia sedang memperdebatkan boleh tidaknya merayakan hari kasih sayang atau Valentine"s Day (14 Februari). Pemerintah memperingatkan bahwa perayaan tersebut adalah sebuah "perangkap" yang bisa memicu tindak-tindakan di luar kepatutan, seperti seks di luar nikah. Meski tak ada peraturan di negara mayoritas Muslim tersebut untuk merayakan Valentine dengan makan malam atau berkencan, otoritas setempat terus mengintensifkan kampanye agar masyarakat tidak berlebihan dalam menyambutnya. Seperti dilansir Associated Press, Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyatakan bahwa pemerintah tidak bermaksud merendahkan arti hari kasih sayang. Namun dia menekankan bahwa perayaan tersebut tidak cocok dengan budaya Islam.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah Departemen Pengembangan Islam Malaysia, mengeluarkan program kampanye dengan tajuk "Pikirkan lagi Jebakan Hari Kasih Sayang". Program tersebut juga menyebarkan pamflet ke berbagai universitas Islam berisi imbauan agar para mahasiswa menghindari perayaan yang akan jatuh pada hari ini, Senin (14/2). Bila di Malaysia para pemimpinnya mempunyai perhatian yang besar menanggapi Hari Valentine, bagaimana dengan Pemerintah Indonesia yang jumlah penduduknya Muslimnya lebih besar? Akankah kita bebas melampiaskan hari kasih sayang ini tanpa memberhatikan rambu-rambu agama? Saatnya kita merenung sejenak. Red.

Add comment


Security code
Refresh

Mancanegara