RI Diminta Latih Manajemen Haji Muslim Rusia

Addthis

Peningkatan jumlah jamaah haji di Rusia menuntut penanganan yang lebih serius. Selain terus mencari format yang pas, beberapa kantong muslim di Rusia telah meminta Dubes RI Hamid Awaludin untuk menyiapkan pelatihan jamaah haji bagi mereka. Dalam pertemuan dengan Mufti Dagestan, Ahmad Muhamad Abdullah bersama milyuner muslim Rusia Abusupyan Kharkharov di Moskow (2/6), Dubes Hamid langsung menyanggupi permintaan pelatihan manajemen haji dari Indonesia. Setengah tahun lalu, Mufti Tatarstan juga meminta hal serupa. “Nanti setelah melakukan pelatihan di Kazan, Tatarstan, segera pindah ke Dagestan,” ujarnya.

KBRI Moskow telah menggandeng Kementerian Agama Jakarta serta salah satu perusahaan ONH Plus untuk memberikan pelatihan haji di Rusia pada akhir bulan Juni. Dirjen Haji dan Umrah beserta beberapa stafnya telah menyampaikan kesanggupannya. Kini tinggal mengatur jadwal karena kemungkinan besar pelatihan akan berkembang di 3 kota, yakni Moskow, Kazan dan Dagestan.

Hal-hal yang ingin diajarkan terkait dengan persiapan (pembayaran, pendaftaran, manasik, booking penginapan dan penerbangan), keberangkatan dari berbagai daerah (penginapan hingga penerbangan), pelaksanaan di tanah suci serta pengembalian jamaah hingga kampung halaman. 

Semua ini sangat penting mengingat muslim di Rusia tersebar di berbagai daerah dimana luas Rusia melebihi Indonesia. “Karakternya hampir mirip Indonesia,” ujar M. Aji Surya, Cousellor Pendidikan, Penerangan dan Sosial Budaya  KBRI Moskow.

Menurut Abusupyan, jamaah haji dari Indonesia dikenal sangat ramah, santun, patuh atas berbagai peraturan yang ditetapkan. Meskipun jumlahnya sangat besar, namun tetap rapi dan tidak menunjukkan sikap-sikap yang negatif. “Nanti setelah mendapat pelatihan, jamaah kami juga akan sebagus Indonesia,” ujarnya.

Gairah muslim di Rusia dalam beberapa tahun terakhir memang sedang pasang. Semangat beragama khususnya dalam pendirian masjid dan ibadah haji menjadi trend masyarakat umum. Kerinduan transendental yang sempat dilarang selama 70 tahun lebih  terus memuncak di beberapa tahun terakhir. Kini, dari 24 juta muslim Rusia maka setiap tahunnya mengalami peningkatan jamaah haji. Tahun lalu misalnya, naik 6000 orang menjadi 35 ribu jamaah. Umumnya mereka berasal dari Dagestan, Tatastan dan Moskow.

Dubes Hamid Awaludin menggarisbawahi, kegiatan pelatihan yang akan dijalankan tersebut merupakan salah satu dari bagian berdiplomasi sesuai dengan kebutuhan pasar. “Inilah salah satu cara untuk mendekatan kedua umat yang dahulu sempat terbelah dan bahkan tidak saling mengenal,” katanya (sumber: KBRI Moskow) Kemlu



Add comment


Security code
Refresh

Mancanegara