Komunitas Muslim Bali Terus Perkuat Semangat Toleransi
Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan bahwa umat Islam di Bali diharapkan terus memperkuat semangat toleransi bersama umat beragama lain. Semangat toleransi ini telah mengakar selama bertahun-tahun dalam sejarah perjalanan umat Islam sejak zaman kerajaan di daerah ini. “Sejarah panjang toleransi umat Islam ini sudah tercermin sejak pemerintahan Bali masih berbentu kerajaan. Ini ditanamkan melalui pendekatan budaya Islam yang menonjolkan semangat toleransi,” hal ini dikatakan dalam sambutan tertulis pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’qn (STQ) dan Festival Qasidah Provinsi Baliyang dibacakan Asisten I Setda Pemprov Bali Drs. IGM Sunendra, pada bulan April yang lalu di pelataran parkir Masjid Agung Sudirman, Denpasar.
Gubernur Mangku Pastika mencontohkan semangat toleransi tersebut amat terasa pada zaman pemerintahan Kerajaan Badung, Buleleng, Klungkung, dan Karangasem. “Umat Islam dapat diterima pihak kerajaan, bahkan diposisikan sebagai nyama slam (saudara beragama Islam) oleh raja. Ini dipengaruhi sikap keterbukaan masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu. Saat itu berlangsung kehidupan yang harmonis yang dibangun melalui pendekatan kultural antar kedua umat beragama tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, budaya membaca Alquran dapat mempengaruhi perilaku umatnya. Kitab suci umat Islam ini, ditegaskan, memancarkan getaran yang mempengaruhi keluhurran budi agar tercipta perilaku yang ahlaqul karimah. “Sementara orang yang hidup dalam nuansa seni pasti selalu merasa nyaman dalam hidupnya,” katanya.
Sementara itu bila anda seorang muslim ingin berkunjung ke Bali maka sempatkan mampir ke Masjid Agung Sudirman. Masjid ini merupakan masjid terluas dan teramai dikunjungi oleh jamaah shalat di Denpasar, dan sekitarnya. Di Bali, Masjid Agung Sudirman bisa dibilang juga sebagai masjid terbesar. Letaknya memang sangat strategis, berada di pusat kota Denpasar, tepatnya di kawasan Jl. Sudirman. Masjid yang tempat parkirnya bisa menampung ratusan kendaraan roda empat ini memang nyaman untuk digunakan shalat berjamaah dengan seluruh keluarga.
Masjid didisain tanpa dinding kecuali bagian depan, sehingga sepoi-sepoi angin terasa sejuk didalam masjid. Apalagi bagian atas (lantai dua) masjid, hembusan angin semakin sejuk sehingga nyaman sewaktu digunakan shalat berjamaah. Semua ustadz atau kiai kelas nasional yang sedang ada acara di Denpasar, insyaAllah mereka dijadwalkan untuk memberikan ceramah di masjid ini.
Masjid ini berdampingan langsung dengan kompleks bangungan Kodam IX/Udayana. Bahkan, masjid agung ini sewaktu diresmikan, yang melakukan peresmian adalah Jenderal (Pur) Wismoyo Arismunandar. Beberapa pengurus masjid juga berasal dari Kodam IX/Udayana, yang juga berfungsi sebagai pelindung.
Bagi yang kebetulan berada di kota Denpasar, baik untuk acara liburan atau bisnis, Anda bisa menyempatkan diri mampir untuk melakukan shalat berjamaah di masjid ini. Perlu juga anda ketahui bahwa menurut data tahun 2005 yang bersumber dari kantor Dinas Kementerian Agama Prov. Bali disebutkan bahwa jumlah penduduk Muslim di Prov. Bali sebanyak 198.937 orang atau 16,13% dari total penduduk Bali yang berjumlah 3.247.772 orang dan sarana ibadah (masjid, langgar, dan mushola) di Prov. Bali berjumlag 642 yang tersebar 9 kabupaten/kota. Bila anda memerlukan berbagai hal tentang pelesiran anda maka bukalah situs www.balimuslim.com, maka anda akan dapatkan jadwal sholat, dll. Red/05/11.
| Berikutnya > |
|---|












