Kumandang Ayat Suci Al-Quran & Syiar Islam di Kawasan Transmigrasi Putra Buyut Lampung Tengah

Muhibah

Addthis

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pengembangan kualitas sumberdaya manusia yang beriman dan bertaqwa khususnya di kawasan transmigrasi dan masyarakat pada umumnya, termasuk pengembangan dakwah di daerah-daerah pedalaman yang masih jauh tersentuh kelengkapan infrastruktur seperti di kota. Dengan modal semangat membangun daerah, para da’i dipersiapkan ikut membangun  dan memberdayakan masyarakat  di kawasan transmigrasi.

Pondok Pesantren Masyarakat Transmigrasi Putra Buyut Lampung Tengah mendapat amanat dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Ditjen Pembinaan dan Pengembangan Masyarakat Kawasan Transmigrasi (P2MKT) untuk mengembangkan syiar Islam di daerah transmigrasi Putra Buyut Lampung Tengah melalui penandatanganan kerja sama (MoU) untuk mengembangkan pendidikan dan pelatihan peningkatan kemampuan da’i transmigran dan keterampilan sebagai pendamping dalam pengembangan potensi kawasan transmigrasi.

Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama Internasional yang juga sebagai Ketua DKM Al Muhajirin Ir. H. Oon Kurniaputra, MA didampingi Tim pada tanggal 4 dan 5 Mei 2010 mengunjungi Ponpes tersebut guna melihat perkembangan pendidikan dan syiar Islam yang sedang di kembangkan oleh pengasuh Ponpes Ust. Gus Mabrur salah satu murid dari KH. Nur Iskandar Asidiqiyah (mantan Anggota DPR RI) yang telah diberikan amanat untuk mengelola Ponpes tersebut. Dengan luas lahan kurang lebih 10 Hektar, dalam kurun waktu 1 tahun  ini sudah berdiri beberapa bangunan dan sarana phisik seperti Masjid, gedung  asrama santri, Sekolah Menengah Umum Asyidiqiyyah, TPA, rumah pengasuh, pengembangan budidaya ikan, pemanfaatan lahan untuk pertanian, dll.

Komintemen pengasuh ponpes untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah pedalaman Lampung Tengah ini diwujudkan dalam bentuk pengembangan TPA, Pendidikan SMP, dan pembinaan keimanan dan ketaqwaan mayarakat setempat melalui pengajian rutin mingguan dan bulanan. Perlu perjuangan, tekat dan semangat yang luar biasa agar daerah ini segera bangkit, maju dan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan syiar Islam di daerah ini menurut Gus Mabrur adalah masih sangat buruknya akses dan fasilitas jalan menuju lokasi yang berjarak 10 KM dari jalan utama serta belum tersambungnya aliran listrik menuju lokasi ponpes. Semoga aparat setempat dan instansi terkait mulai memberikan perhatian yang besar terhadap pengembangan daerah ini khususnya akses jalan menuju lokasi ponpes, mengingat daerah ini termasuk kawasan yang subur dan sangat cocok untuk pengembangan pertanian guna mendukung swasembada pangan.

Dalam kunjungan tersebut juga diserahkan bantuan berupa Kitab Suci Al-Quran & Terjamah, Buku-buku keislaman serta santunan kepada 50 anak yatim dan dhuafa. Dalam sambutan  perkenalannya pada acara silaturahmi yang dihadiri oleh 150 orang lebih warga binaan ponpes Selasa petang 4/5 di Masjid yang baru selesai dibanagun tersebut,  Ir. H. Oon Kurniaputra, MA mengajak kepada  masyarakat untuk mensyukuri nikmat yang Allah telah berikan kepada kita, serta berusaha meningkatkan ilmu, iman dan taqwa serta kesejahteraan melalui pengelolaan lahan yang produktif dan keaktifan masyarakat untuk mengikuti tausyiah dan bimbingan agama oleh  para alim ulama dan tokok masyarakat setempat. 

Masyarakat sangat antusias mengikuti acara tersebut terlebih pada saat dikumandangkan Ayat-Ayat Suci Al-Qur'an oleh Qarik Ust. H. Dzikrul Hakim dan Tausyiah agama oleh Ust. H. Misda Suhanda, S. Ag. Suara lantunan ayat-ayat suci Al-qur'an serasa  menembus  relung hati para  jamaah yang hadir serta seakan menembus langit dalam suasana di tengah sawah yang jauh dari keramaian. Selamat berjuang Gus Mabrur semoga Allah SWT memberikan hidayat dan kekuatan bagi perjuangan Anda dan kepada kita semua, amin  (Ibn S/6/05/2010)


Add comment


Security code
Refresh