Sami Yusuf, Nasyider Terkenal Inggris Allah Memberi Kita Kehormatan dan Kemuliaan Melalui Islam
Penyanyi nasyid (Nasyider) terkenal asal Inggris Sami Yusuf, lahir pada tahun 1980, sudah mulai memainkan banyak instrumen musik di usia yang sangat muda. Ia merupakan jebolan salah satu sekolah musik paling bergengsi, Royal Academy of Music. Yusuf, putra bungsu dari keluarga keturunan Azerbaijan yang menetap di London, menikah dengan seorang wanita Jerman empat tahun yang lalu. Di tengah gempuran isyu terorisme yang melanda dunia, Sami Yusuf tetap muncul dengan lagu-lagu nasyidnya. Lagu hitsnya, “Hasbi Robbi” banyak menghentak dunia Islam. Walau dibalut dengan musik pop, namun liriknya jelas menunjukkan bahwa lagu ini mempunyai niat yang besar sebagai kampanye Islam. Berikut ini adalah petikan wawancaranya:

Lembaga sertifikasi halal tetap menjadi masalah yang belum terselesaikan. Hingga sekarang dalam pembahasan RUU-JPH (jaminan produk halal) masih belum bisa memutuskan lembaga yang akan menangani sertifikasi halal. Justru, saat ini dimunculkan lembaga baru yang akan menanangani sertifikasi ini. DPR mewacanakan lembaga sertifikasi halal akan ditangani oleh Badan Layanan Umum (BLU). Lembaga tersendiri yang bukan dari Departemen Agama ataupun MUI. Melihat tarik menarik kewenangan dalam sertifikasi halal ini sebenarnya dapat didudukkan lebih awal tentang fungsi sertifikasi halal dan perannya dalam penyajian suatu produk. Lebih jelasnya dapat kita simak petikan wawancara berikut tentang sertifikasi halal, peran dan fungsi MUI serta pemerintah dalam menangani sertifikasi halal. Berikut A Bakhrul Muchtasib dari kantor berita ekonomi syariah mewancarai Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI), M. Nadratuzzaman Hosen.
Guru marketing Hermawan Kartajaya sudah beberapa lama bergaul dengan praktisi keuangan syariah. Ia mulai fasih mengatakan ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin. Beragama Katolik, Hermawan malah berniat ikut dalam mengembangkan nilai marketing Islami. Berikut petikan wawancara sesaat setelah peluncuran buku Sharia Marketing di Jakarta pekan lalu.










